Komite Gabungan dan Pakar Thailand Kawal Progres Pembangunan Way Kambas

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, LAMPUNG - Upaya menjadikan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) sebagai kiblat konservasi gajah dunia kini memasuki babak baru yakni merangkai pembangunan fisik sekaligus memperkuat ekosistem di dalamnya.

Pada Sabtu (15/8/2026), tim ahli lintas negara bersama Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK turun langsung ke lapangan.

BACA JUGA: Bayi Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Bekas Kawasan HGU Perusahaan Aceh Timur

Langkah itu dilakukan untuk memastikan setiap inci infrastruktur yang dibangun benar-benar ramah lingkungan dan memenuhi standar pelestarian internasional.

Kunjungan strategis melibatkan delegasi Elephant Nature Park (ENP) Thailand di bawah pimpinan Ms. Saengduean Chailert, serta tim ahli dari Wilderness (PT Living Landscapes Indonesia) yang dipimpin Mrs. Keren Brooks.

BACA JUGA: Kemenhut Ungkap Penyebab Kematian Gajah Yuna di Aceh

Menelusuri kawasan dari pagi hingga sore hari, peninjauan menjadi ruang penting untuk melihat langsung perkembangan di lapangan sekaligus merumuskan solusi atas berbagai tantangan teknis di area yang sensitif ini.

Ketua Komite Gabungan, Brigjen TNI Sriyanto, menegaskan bahwa pendampingan TNI terhadap tim internasional bertujuan menyelaraskan langkah, sehingga seluruh sarana dan prasarana terbangun secara presisi dan tepat sasaran.

BACA JUGA: Kebaya Adhikari Hadir di Indonesia Fashion Week 2026, Menyatukan Kebaya, Gajah, dan Bundengan

Sebagai Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam XXI/Radin Inten, dia meyakini bahwa komunikasi dan koordinasi yang erat adalah kunci agar target besar pemerintah dapat terwujud tanpa terhambat kendala teknis.

"Kegiatan peninjauan progres percepatan pembangunan Taman Nasional Way Kambas oleh Tim ENP Thailand dan Tim Wilderness merupakan bentuk perhatian dan koordinasi dalam rangka memastikan perkembangan pembangunan sarana dan prasarana di kawasan TNWK berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan," ungkap Sriyanto dalam keterangan resmi.

Menurutnya, semangat percepatan ini tetap menggandeng prinsip kehati-hatian. Pengawasan ketat terus dilakukan agar modernisasi fasilitas TNWK tetap harmonis dengan kelestarian alam serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan.

Sentuhan baru TNWK bukan sekadar urusan teknis dan keamanan, melainkan juga membawa misi besar untuk mengangkat identitas budaya serta potensi wisata Lampung di mata internasional.

Bagi warga lokal, gajah Sumatra bukan sekadar satwa langka, melainkan bagian dari jiwa, sejarah, dan kebanggaan daerah.

Tokoh masyarakat sekaligus budayawan Lampung, Ansori Djausal, melihat langkah ini sebagai pijakan strategis untuk menempatkan Indonesia di barisan depan konservasi dunia. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan hari ini berdiri di atas rekam jejak sejarah yang panjang.

"Way Kambas yang sekarang telah menjadi kawasan konservasi yang penting dengan Pusat Konservasi Badak. Konservasi Gajah pertama di Indonesia tidak lepas dari keberhasilan merubah kawasan bekas HPH menjadi kawasan konservasi sebagai Taman Nasional awal 80an. Demikian juga dengan sebuah pekerjaan besar 'menyelamatkan' semua gajah dari perbatasan Sumsel masuk ke Way Kambas pertengahan 80an yang dikenal dengan kegiatan TATA LIMAN (86)," beber Ansori.

Sebagai penggiat pariwisata, Ansori optimistis keberhasilan transformasi TNWK akan memperkuat citra positif Indonesia sebagai bangsa yang mampu merawat kekayaan alamnya secara bijak dan profesional.

"Mendukung upaya konservasi, terlebih menjadi percontohan dunia yang berada di Indonesia dalam pengembangan dan pelestarian satwa seperti gajah Sumatra," lanjutnya.

Menurut Ansori, meletakkan TNWK sebagai rujukan dunia bukan sebatas membangun fisik semata, melainkan merawat komitmen jangka panjang agar warisan alam ini tetap hidup harmonis bersama masyarakat hingga masa mendatang.

Setiap tahapan pembangunan ini akan terus dievaluasi secara berkala untuk memastikan TNWK siap seutuhnya menyandang predikat sebagai pusat konservasi gajah tingkat dunia.

Wajah baru TNWK membawa semangat hangat 'TNWK adalah Kita', sebuah langkah nyata menuju konservasi yang modern, ramah, dan berkelanjutan sesuai amanat Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026.

Transformasi ini menaruh perhatian besar pada kenyamanan gajah Sumatra melalui penyediaan fasilitas air bersih dan tempat tinggal yang layak, penanganan interaksi satwa-manusia secara aman melalui sistem mitigasi berlapis, serta hadirnya sarana ramah lingkungan seperti skywalk yang menyatu dengan menara pandang.

Dengan merangkul warga sekitar dan menghadirkan sarana belajar di pos-pos pantau, New Look TNWK tidak hanya menjaga rumah bagi para gajah, tetapi juga merawat harapan dan warisan alam agar tetap lestari bagi generasi berikutnya. (jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2.557 Pendaki Menuju Puncak Bawakaraeng, Tim SAR Gabungan Siaga 24 Jam
• 2 jam lalueranasional.com
thumb
Mendikdasmen Sebut Mulai 2027 Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib di SD
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Selama 14 Hari
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Gempa NTT: Muhammadiyah Sampaikan Duka Cita, Ajak Perkuat Solidaritas
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Siapkan Rekayasa One Way Saat 17 Agustus di Puncak Bogor
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.