Dari Kampus Untuk Flores, Unhas Turunkan Tim Relawan ke Lokasi Gempa

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Universitas Hasanuddin mengirim mahasiswa dan tim medis ke lokasi terdampak gempa Flores. Sejumlah mahasiswa akan membantu penanganan dan pemulihan gempa yang membuat 53 orang tewas dan ribuan terdampak. Bantuan makanan dan logistik lainnya turut dipersiapkan.

Sebanyak 10 mahasiswa Universitas Hasanuddin akan segera diberangkatkan menuju lokasi terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Mereka terdiri dari tujuh mahasiswa KKN tematik Tanggap Bencana, dan tiga orang tim medis.

Mazaya (21), adalah salah satu peserta KKN tematik Tanggap Bencana itu. Bersama rekan lainnya, ia mengikuti upacara kemerdekaan RI dengan khidmat di lapangan Unhas, Senin (17/8/2026). Seusai upacara, akan dilakukan pelepasan tim secara simbolis.

Mahasiswi Geofisika FMIPA ini menyampaikan, sengaja mendaftar karena ingin menjadi bagian dalam misi kemanusiaan di lokasi bencana. Saat pendaftaran dibuka, ia segera menghubungi orang tua dan menyampaikan niatnya.

”Awalnya ibu kaget, tapi setelah saya nyatakan tujuan dan niat, beliau paham. Apalagi selama ini sudah sering ikut kegiatan kampus,” ucapnya. Anggota Korps Pecinta alam (Korpala) Unhas ini ingin menerapkan ilmu yang dimiliki selama ini.

Oleh karena itu, ia bermaksud turun langsung dan membantu saudara yang terdampak bencana. Dengan keilmuan yang dimiliki, ia berharap bisa membantu kondisi darurat, hingga memetakan wilayah dan fasilitas terdampak.

Baca JugaKorban Tewas Gempa Flores Jadi 53 Orang, Tiga Rumah Sakit Rusak Berat

Fathan Wibowo (20), mahasiswa Unhas lainnya, juga memiliki niat yang sama. Ia ingin berkontribusi lebih dan bermanfaat bagi sesama. Saat pendaftaran KKN tematik dibuka, ia langsung mendaftar hingga bisa terpilih.

Anggota UKM Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unhas ini menyampaikan, bencana di Flores ini membuatnya tergerak untuk berperan dan membantu warga. ”Khususnya dengan kemampuan yang dimiliki, bisa membuat tolilet darurat hingga tempat istirahat,” terangnya.

Rektor Unhas Jamaluddin Jompa seusai upacara kemerdekaan Senin (17/8/2026) menjelaskan, tim ini menjadi pionir dalam membantu pemerintah dan masyarakat terdampak bencana. Rencananya, KKN tematik Tanggap Bencana akan dilakukan secara periodik.

“Ini bukan sesuatu yang simbolik, tapi bentuk kehadiran Unhas di lapangan dan siap menjadi bagian dari masyarakat. Karena kampus memiliki tanggung jawab sosial selain fungsi pendidikan dan penelitian. Perguruan tinggi juga perlu hadir sebagai bagian dari solusi ketika terjadi persoalan kemanusiaan, termasuk dalam situasi bencana yang membutuhkan respons cepat, terkoordinasi, dan berbasis keahlian,” kata dia.

Baca JugaBayang Tsunami Flores 1992 Kembali Bikin Panik Warga Selayar

Selain bantuan relawan dan tim medis, ia menekankan, ke depannya akan menyalurkan sejumlah bantuan sesuai kebutuhan. Salah satunya, bantuan makanan kemasan seperti bakso yang mudah untuk diolah dan dikonsumsi. Selain itu, juga diupayakan bantuan dana dari seluruh civitas akademika.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas Ruslin menyampaikan, pada tahap awal kampus menyiapkan kuota tujuh mahasiswa untuk diberangkatkan ke wilayah terdampak. Mahasiswa yang disiapkan memiliki latar belakang keterampilan tanggap bencana yang beragam, antara lain kesehatan, Search and Rescue (SAR), Korpala, penyelamatan darurat. Target tujuh mahasiswa ini ditetapkan mengingat waktu persiapan yang sangat singkat.

"Ini KKN tematik yang ketiga kalinya setelah berbagai bencana sebelumnya. Kami buka pendaftaran kepada mahasiswa yang memiliki dasar pertolongan pertama. Total ada 59 pendaftar, dan ke depannya akan dipantau untuk persiapan gelombang selanjutnya,” terangnya.

Angga Anugrah (22), peserta KKN Tanggap Bencana lainnya, juga ingin berkontribusi langsung pada masyarakat terdampak bencana. Utamanya, pada penanganan awal bencana yaitu sistem perawatan, hingga fasilitas kesehatan. Ha ini menjadi bagian penting saat bencana terjadi.

Berdasarkan pengalaman selama ini, ia menerangkan, dalam masa tanggap darurat bencana penting untuk melihat alur penanganan bencana di lapangan. Mulai dari sistem kesehatan, kebersihan, hingga makanan warga terdampak.

“Di tahap awal itu kami akan fokus dalam penanganan darurat dahulu. Dan semoga kehadiran kami bisa membantu warga yang terdampak bencana ini,” tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
21 Rumah Sakit dan 190 Puskesmas di NTT Rusak Akibat Gempa Bumi
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Wajah Upacara HUT RI dari Presiden ke Presiden...
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Upacara Bendera dan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI: Link Live Streaming Langsung dari Istana
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Kemhan: Kapal Pesiar Milik Swasta Dipinjam Tanpa Biaya Sewa
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Tinjau NTT, Satgas Galapana DPR Atensi Kebutuhan Dasar hingga Huntap Korban Gempa
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.