Napi Teroris Jadi Pengibar Bendera di Upacara HUT Ke-81 RI di Lapas Cipinang

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang melibatkan warga binaan dalam Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih saat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, di Lapas Cipinang, Senin (17/8/2026).

Salah satu warga binaan yang dipercaya menjadi bagian dari pasukan tersebut merupakan warga binaan kasus tindak pidana terorisme berinisial MHR.

Pelibatan warga binaan dalam pengibaran bendera menjadi bagian dari proses pembinaan selama menjalani masa pidana.

Baca juga: 1.696 Napi Lapas Cipinang Jaktim Dapat Remisi HUT RI, 35 Orang Bebas

Kepercayaan tersebut diberikan untuk menumbuhkan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab warga binaan.

Selain itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat nilai kebangsaan dalam diri warga binaan.

Keterlibatan warga binaan dalam upacara juga menunjukkan bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pidana.

Pembinaan diarahkan agar warga binaan memiliki bekal untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Remisi HUT RI, 35 orang bebas

Pada momentum HUT ke-81 RI, sebanyak 1.696 narapidana Lapas Kelas I Cipinang menerima Remisi Umum.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 narapidana langsung bebas setelah mendapatkan remisi.

Kepala Lapas Kelas I Cipinang Dr Syarpani mengatakan remisi harus menjadi dorongan bagi warga binaan untuk mempertahankan perubahan yang telah dibangun selama menjalani pembinaan.

Baca juga: Momen ODGJ Jadi Peserta dan Petugas Upacara HUT Ke-81 RI di Bekasi

“Bagi yang memperoleh remisi, jadikan ini motivasi untuk semakin sungguh-sungguh menjalani pembinaan,” ujar Syarpani dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin.

Syarpani juga berpesan kepada warga binaan yang langsung bebas agar menggunakan kesempatan tersebut untuk memulai kehidupan yang lebih baik di masyarakat.

“Buktikan bahwa kesempatan kedua ini dapat menjadi awal untuk hidup lebih baik, produktif, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat,” kata dia.

Salah satu penerima remisi yang langsung bebas, FZI, menyebut kepulangannya menjadi kesempatan untuk kembali berkumpul dengan keluarga.

“Hari ini bukan hanya tentang saya bisa pulang, tetapi kesempatan untuk memulai kembali,” kata FZI.

FZI berharap dapat menerapkan pembelajaran yang diperolehnya selama menjalani pembinaan dalam kehidupan setelah bebas.

“Saya ingin menjaga apa yang sudah saya pelajari selama menjalani pembinaan, membahagiakan keluarga, dan membuktikan bahwa saya bisa menjalani kehidupan yang lebih baik,” kata FZI.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada Run For Independence Day 81 KM di Jaksel, Dishub DKI Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sebagian Warga NTT Mengungsi Mandiri, BNPB: Masyarakat Trauma Gempa Flores 1992
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Pemprov Jateng Kirim 16 Personel & Ribuan Paket Logistik ke NTT
• 4 jam laludetik.com
thumb
HUT 81 RI, Naik Transjakarta hingga MRT Jakarta Cukup Bayar Rp 8
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
KSAD Pastikan Aceh Aman, Tak Ada Penambahan Pasukan TNI Usai Kericuhan Hari Damai Aceh
• 2 menit laludisway.id
Berhasil disimpan.