Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memastikan distribusi bantuan untuk warga terdampak gempa NTT akan dipercepat. Hal ini disampaikan menyusul adanya keluhan pengungsi mandiri yang harus mendatangi posko untuk mendapatkan bantuan.
Sigit mengatakan setiap posko akan melakukan evaluasi setiap hari untuk mengetahui kebutuhan masyarakat sekaligus memperbaiki proses distribusi bantuan.
“Jadi tentunya posko akan melaksanakan evaluasi setiap hari untuk kemudian berdasarkan hasil temuan di lapangan, tentunya itu kemudian dievaluasi dan dilakukan perbaikan,” kata Sigit usai meninjau pengungsian di Reo, Manggarai, NTT, Selasa (19/8).
Menurut dia, sejumlah kebutuhan seperti tenda, obat-obatan, makanan, pakaian, tempat tidur, matras hingga genset terus didistribusikan ke lokasi terdampak.
“Tentunya dari hasil evaluasi tersebut kita akan segera distribusikan. Yang jelas memang kita minta maaf bahwa mungkin di kondisi yang ada ini memang ada proses yang agak terlambat karena memang terkait dengan masalah jalur, kemudian juga barang-barang yang baru saja tiba,” ujarnya.
Sigit memastikan kebutuhan yang disampaikan masyarakat akan segera ditindaklanjuti.
“Namun demikian mudah-mudahan apa yang menjadi harapan, apa yang menjadi keluhan dari masyarakat yang mengungsi termasuk apa saja yang dibutuhkan segera bisa dipenuhi,” kata Sigit.
Polri sebelumnya telah mengirimkan 247,66 ton bantuan logistik ke NTT. Bantuan tersebut berasal dari Mabes Polri dan Polda-Polda untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Sementara itu, berdasarkan data BNPB per Senin (17/8), tercatat sedikitnya 68 orang meninggal dunia akibat gempa 7,7 magnitudo yang mengguncang NTT. Gempa susulan juga masih dirasakan di sejumlah wilayah, khususnya Manggarai, NTT.





