JAKARTA - Aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami peningkatan setelah gempa Flores bermagnitudo M7,7 pada 15 Agustus 2026. Aliran lava dari kawah gunung api itu kini mencapai sekitar 1.200 meter ke sektor selatan.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan peningkatan aktivitas Gunung Ili Lewotolok terutama terlihat dari aktivitas aliran lava. “Berdasarkan data pemantauan visual dan instrumental, G. Ili Lewotolok menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik, terutama aktivitas aliran lava,” kata Lana Saria, Rabu (19/8/2026).
“Gunung Ili Lewotolok masih berada pada Level II (Waspada), dengan perluasan jarak rekomendasi untuk mengantisipasi potensi bahaya dari peningkatan aktivitas vulkanik,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan visual sejak pagi 18 Agustus 2026, aliran lava mulai keluar dari kawah dengan jarak sekitar 400 meter ke sektor selatan. Aktivitas tersebut terus berlangsung hingga malam hari dan aliran lava telah mencapai sekitar 1.200 meter dari bibir kawah.
Dari pemantauan kegempaan pada 1–17 Agustus 2026, tercatat 2.462 kali gempa erupsi, 1.775 kali gempa hembusan, 268 kali tremor nonharmonik, 88 kali tremor harmonik, 26 kali gempa vulkanik dalam, 16 kali gempa hybrid, serta delapan kali gempa vulkanik dangkal.




