Menjelang Munas 2026, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia Bertemu Ketua Presidium KWI

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunyamin, OSC menerima audiensi Ketua Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Luky A. Yusgiantoro, Panitia SC Munas dan didampingi Dewan Penasihat PP ISKA.

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Ignatius, Gedung KWI, Jalan Cut Mutiah 10 Jakarta, Selasa (18/8/2026) petang.

BACA JUGA: Iqbal Iskandar Pimpin Timnas Futsal Indonesia Hadapi Tim Bersejarah di Spanyol

Dalam Suasana yang cukup santai namun penuh keseriusan itu, Ketua Presidium PP ISKA Luky A. Yusgiantoro mengawali pembicaraan dengan mengenalkan delegasi yang hadir.

Adapun delegasi ISKA yang hadir adalah Hargo Mandirahardjo, SH, MKn, MM dan Muliawan Margadana, SPsi, MSc selaku Dewan Penasihat ISKA, Dr. Ch Arie Sulistiono, MM selaku Sekjen PP ISKA, Ferdi Tulis, SIP, MH dan R. Wahyu Handoko, S.Sos, MM selaku Wakil Sekjen PP ISKA serta Prasetyo Nurharjanto, S.sos, MM sebagai Presidium SDM & IT.

BACA JUGA: Pernyataan Sikap Ormas Katolik dan FMKI Terkait Aksi Massa Berakhir Ricuh

Selanjutnya Luky Yusgiantoro menyampaikan maksud kedatangan Pengurus PP ISKA beraudiensi kepada Yang Mulia Ketua Presidium KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC.

Pertama, kata Luky, ISKA ingin terus menjalin relasi dan komunikasi dengan KWI dan Hierarki Gereja.

BACA JUGA: Bertemu Dirjen Bimas Katolik, Gustaf: Ketua KWI Pimpin Misa Pelantikan DPP PATRIA 2025-2030 dan Refleksi Nasional 2026

Kedua, ISKA akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) pada tanggal 11-13 September 2026 mendatang di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Ketiga, ISKA ingin mendapat masukan, saran dan kritik yang nantinya dapat dibawa sebagai salah satu bahan pembicaraan dalam Munas ISKA.

Selanjutnya, Sekretaris Jenderal PP ISKA Dr. Ch Arie Sulistiono, MM menambahkan terkait tugas kepanitiaannya sebagai Ketua Steering Comitte dan  Panitia Munas.  

Arie menjelaskan Munas bertujuan untuk menetapkan dan mengubah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), menyusun Garis Besar Program ISKA untuk 4 Tahun mendatang, merekomendasikan pokok-pokok pikiran kemasyarakatan untuk masyarakat, gereja dan negara.

Selain itu, mengevaluasi pelaksanaan Program Kerja Pengurus PP ISKA 2022-2026, memilih dan menetapkan Ketua Presidium baru Periode 2026-2030 dan memastikan terbentuknya kepengurusan.  

Dalam Munas rencananya akan diikuti oleh perwakilan PP ISKA, 28 DPD dan 152 DPC ISKA serta peninjau Se-Indonesia.

"Diperkirakan sekitar 250 anggota delegasi dan total undangan sekitar 1.000 orang," ujar Arie.

Menurut Arie, saat ini telah menyelesaikandraf materi Munas yang akan dibahas Pra-Munas dalam waktu dekat.

"Hal ini mengingat waktu pelaksanaan Munas sangat pendek untuk persidangan pleno dan komisi kurang dari 2 hari," ujar Arie.

Lebih lanjut, Arie menjelaskan saat ini sedang mekakukan registrasi peserta, persiapan fisik dan nonfisik di tempat acara Kota Balikpapan yang berada di bawah koordinasi Prof. Dr. Ir. Bernatal Saragih, M.Sc, IPU.

Dalam kesempatan itu, Arie juga menyampaikan tantangan yang masih perlu mendapatkan perhatian dari ISKA adalah persebaran pendirian DPD dan DPC ISKA se-Indonesia yang masih belum semua ada di wilayah Indonesia.  

Kemudian masih belum lancarnya kaderisasi dalam keanggotaan ISKA yang masihdominan anggota sudah senior dan berusia lanjut.  

Oleh karena itu, kata Arie, perlu rebranding ISKA agar menarik perhatian Sarjana dan Cendekiawan muda Katolik bergabung ke ISKA.

Dewan Penasihat yang hadir dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan beberapa hal terkait selama ini ISKA berjejaring dengan Ormas Cendekiawan Lintas Agama dan perlu meningkatkan lagi.

ISKA juga perlu membantu Hirarki dalam menganalisa situasi dan kondisi sosial, politik, ekonomi dan kemasyarakatan untuk disampaikan dalam bentuk kajian-kajian yang penting  bagi pembinaan kehidupan umat beriman.

Secara Tema kepengurusan Dewan Penasihat melihat kesinambungan yang perlu dijaga yaitu mulai dari Solidaritas Tanpa Sekat, Merawat Komitmen Kebangsaan, Menjunjung Martabat Kemanusiaan dan Kesetaraan. Tema mendatang adalah Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan Bersama.

Setelah mendengarkan pemaparan para peserta audiensi, Mgr. Anton Subianto yang juga Uskup Keuskupan Bandung menyampaikan tanggapan dan beberapat catatan, saran dan masukan.

Mgr Anton berpandangan ISKA selama ini baik-baik saja sebagai Ormas Katolik dan bekerja sama baik dengan KWI.

"Aktivitas para pengurusnya menjadi daya dukung pelayanan Gereja Katolik di Indonesia dan di berbagai daerah," ujar Mgr Anton.

Lebih lanjut, Mgr Anton mengatakan kehadiran ISKA di berbagai daerah di wilayah Indonesia dengan terbentuknya pengurus Daerah/Provinsi dan cabang-cabang perlu menjadi perhatian bersama untuk diperjuangkan dan didukung guna meningkatkan karya dan pelayanan ISKA dan Para Cendekiawan di seluruh wilayah Indonesia.

"Sebagai Cendekiawan Katolik ISKA harus berani menyatakan Tidak dan menyatakan sikap Menolak untuk hal-hal yang melanggar Nilai-nilai Iman Kritiani  dan Ajaran Iman Gereja. Selain itu, memperjuangkan kebaikan yang semestinya," ujar Mgr.

Menurut Mgr Anton, ISKA harus memperjuangkan dan melanjutkan keberpihakan pada yang kecil, lemah dan tersingkir dengan mengajukan berbagai pemikiran dan ide alternatif.

Mgr Anton juga berpesan agar jangan pernah berpikiran untuk “pensiun“ sebagai cendekiawan, tetapi harus terus makin bijaksana dalam berpikir dan mengajukan gagasan pemikiran.  

"Mungkin harus berganti sebagai pengurus ISKA, tetapi karena anggota ISKA tidak dibatasi usia maka teruslah berjuang dan berkarya dalam ISKA untuk sesama, masyarakat, Gereja dan Tanah Air," ujar Mgr. Anton.

"Terus menjadi Cendekiawan yang makin berusia makin menjadi Bijaksana dan berani menegakkan Kebenaran dan Cinta Kasih, mewujudkan pemikiran yang baik dan bijaksana tersebut dalam karya yang nyata," ujar Mgr Anton menambahkan.

Pada kesempatan itu, Ketua Presidium KWI mendoakan dengan penuh khidmat segenap Pengurus Pusat  PP ISKA, Dewan Penasihat dan Panitia SC & OC Munas agar munas berjalan lancar, seluruh perwakilan DPD ISKA dan DPC ISKA seluruh tanah air dapat hadir dan dimudahkan segala urusan mengatasi kendala yang ada.

"Semoga peran berkelanjutan ISKA secara nasional terus berjalan dengan Kepemimpinan yang dihasilkan dari Musyawarah Nasional ISKA di Tahun 2026 ini," ujar Mgr Anton.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BI Rate Tetap 5,75 Persen, BI Pilih Jaga Rupiah Sambil Dorong Kredit
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
CERI Dorong Kejati DKI Usut Kejanggalan Tender Renovasi Gedung Cipta Karya
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Purbaya Blak-blakan Soal Penarikan Pajak Baru di 2027
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPK Tahan Haniv, Eks Kakanwil DJP Jakarta Tersangka Gratifikasi Rp20,7 Miliar
• 1 jam laluokezone.com
thumb
PAKAR Puji Respons Cepat Polri dalam Menangani Gempa NTT
• 11 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.