HIMKI dorong transformasi kerajinan capai ekspor 6 miliar dolar AS

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mendorong transformasi sektor kerajinan nasional sebagai upaya mencapai target ekspor mebel, kerajinan, dan home décor sebesar 6 miliar dolar AS pada 2031.

Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengatakan, pencapaian target tersebut membutuhkan perubahan paradigma industri nasional, dari sekadar manufacturing menuju design dan innovation, dari commodity menuju value creation, serta penguatan merek dan penguasaan pasar global secara bertahap.

“Kami sendiri harus meningkatkan produktivitas, desain, kualitas, teknologi, sustainability dan daya saing. Yang kami perlukan adalah akses menuju pasar dunia yang semakin terbuka serta kebijakan perdagangan yang membuat produk Indonesia mampu bertanding secara sehat di pasar global,” ujar Abdul Sobur dalam keterangannya dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Disampaikan dia, untuk mempercepat pencapaian target ekspor, Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan HIMKI membentuk task force yang akan mempercepat pertumbuhan ekspor mebel, kerajinan, dan home décor Indonesia menuju 6 miliar dolar AS pada 2031.

Ini disampaikan dalam kegiatan kampanye dan sosialisasi Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sektor Furniture & Home Decor di Solo, Kamis, yang dihadiri jajaran Kemendag, pelaku industri, serta pemangku kepentingan lainnya.

Lebih lanjut, HIMKI menilai Indonesia telah memiliki berbagai instrumen untuk memperluas pasar ekspor, mulai dari Trade Expo Indonesia, IFEX, business matching, misi dagang, hingga jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara.

Namun, instrumen tersebut perlu semakin terintegrasi agar informasi mengenai potensi pasar dapat diterjemahkan menjadi buyer yang konkret dan menghasilkan transaksi.

HIMKI juga mendorong diversifikasi ekspor yang menyasar ke kawasan Timur Tengah, Kanada, Australia, Jepang, Korea, India, Afrika, Amerika Latin, serta berbagai emerging markets.

Lebih lanjut, pihaknya memandang TEI 2026 Furniture & Home Decor bukan hanya sebagai kegiatan pameran, tetapi sebagai bagian dari strategi mempertemukan kemampuan produksi Indonesia dengan buyer internasional.

Menurut dia, keberhasilan pameran tidak cukup hanya diukur dari jumlah peserta dan pengunjung, tetapi harus berlanjut pada business matching, transaksi, dan repeat order.

Sebelumnya, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan subsektor fesyen dan kriya menjadi penyumbang utama ekonomi kreatif dengan dengan total nilai ekspor mencapai 28,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp476,3 triliun (kurs Rp16.780) pada Januari—November 2025.

Teuku mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), mengatakan subsektor fesyen mencatat nilai ekspor sebesar 16,37 miliar dolar AS (sekitar Rp274,7 triliun), sementara kriya menyumbang 12,03 miliar dolar AS (sekitar Rp201,9 triliun).



Baca juga: HIMKI bidik pengembangan kekuatan ekspor industri kerajinan di Jabar

Baca juga: Sultan: Pameran Inacraft jadi jembatan kerajinan menuju pasar global

Baca juga: Kemenperin perkuat pengembangan industri kerajinan berbasis sawit


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sidak SPBU, Andre Rosiade Soroti Antrean-Penyalahgunaan Solar Subsidi di Sumbar
• 44 menit lalukumparan.com
thumb
Andre Rosiade Apresiasi Pemerintah Beri Kepastian Status Guru PPPK
• 12 jam laludetik.com
thumb
Purbaya Tegaskan Pembatasan Subsidi BBM Bisa Hemat Anggaran 10%
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Rotasi 7 Pejabat DKI, Pramono Minta Tak Main di Luar Aturan
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Penyaluran Kredit Citibank Indonesia Tumbuh 8,05 Persen Semester I 2026
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.