Komisi IV DPR Dorong Pemerintah Libatkan Masyarakat Atasi Karhutla

detik.com
21 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A. Razak meminta pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di sejumlah wilayah Kalimantan. Ia meminta pemerintah melibatkan masyarakat.

"Kolaborasi dengan masyarakat Kelompok Tani Hutan (KTH), Brigade Manggala Agni, dan perusahaan-perusahaan yang punya Alat Pemadam Api Ringan (APAR) perlu dikoordinasikan dan diikutsertakan dalam atasi Karhutla", ujar Hanan A Razak dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta aparat terkait memiliki langkah yang terintegrasi, mulai dari pencegahan hingga penanganan ketika kebakaran terjadi.

Baca juga: 108 Sekolah di Malaysia Ditutup Imbas Kabut Asap Karhutla dari Kalimantan

Ia juga meminta pemerintah memperkuat peran koordinasi dalam menghadapi dampak El Nino yang berpotensi meningkatkan kekeringan dan risiko karhutla.

"Data mengenai wilayah rawan, ketersediaan sumber air, hingga potensi dampak kebakaran perlu dihimpun secara terpadu agar respons pemerintah lebih cepat dan tepat sasaran," ucap dia.

Lebih lanjut, dia juga meminta Kemenhub turun tangan mengkoordinasikan upaya pemadaman karhutla.

"Kami meminta meminta agar kementerian Kehutanan segara turun tangan dan melakukan koordinasi lintas sektor, dan menerjunkan personel guna mencegah kebakaran hutan yang lebih luas, " tutur Hanan.

Baca juga: Sumber Air Jauh Jadi Kendala Pemadaman Karhutla di Kotim Kalteng

BNPB mengungkap bahwa sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan masih menjadi perhatian pemerintah di tengah periode musim kemarau. Titik hotspot tertinggi berada di wilayah Kalimantan Tengah.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, berdasarkan data pemantauan terbaru dari Satelit NOAA-20 hingga Kamis (20/8), sebaran hotspot di wilayah Kalimantan sebanyak 1.487 hotspot.

"Jumlah tersebut tersebar dengan konsentrasi tertinggi berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik, disusul Kalimantan Barat 560 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terpantau 74 titik, sedangkan Kalimantan Utara sebanyak 3 titik," kata Berton dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Baca juga: Ada 298 Karhutla di Palangka Raya Sejak Juni, 261,41 Ha Lahan Terbakar




(maa/zap)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Tangkap Tangan Rektor UNSOED dan 13 Orang Lainnya
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
KAI Logistik Layani Lebih dari 2 Juta Kiriman hingga Juli 2026, Volumenya Naik 15 Persen
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
FULL! Kuasa Hukum Febrie & Polda Tanya Ahli Pidana Soal Batas Praperadilan & Keabsahan Penyidikan
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Dugaan Penipuan, Polisi Akan Periksa Minggu Depan
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Saat Palang Sudah Ditutup, Mengapa Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Masih Terjadi?
• 11 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.