Kabut Asap akibat Karhutla, BPBD Banjarbaru Ungkap Indeks Polusi Udara Buruk dan Tidak Sehat

kompas.tv
12 jam lalu
Cover Berita
Kabut asap pekat menyelimuti Banjarbaru, Kalsel, Rabu (19/8/2028). (Sumber: KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWAR)

BANJARBARU, KOMPAS.TV - Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Harun Arrasyid mengungkap kondisi polusi udara wilayah tersebut di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Kabut asap tersebut menyebabkan kualitas udara di wilayah itu menjadi buruk dan tidak sehat. 

"Memang 2 hari ini indeks polusi udara itu berkisar antara 170-an mikrogram per meter kubik sampai dengan terparah di 480-an mikrogram per meter kubik, sehingga kategorinya memang sudah sangat-sangat tidak layak, tidak sehat, kalau kategorinya hitam," ungkap Harun dalam program Kompas Petang KompasTV, Kamis (20/8/2026). 

Berdasarkan data pihaknya, Harun mengatakan ada ratusan hektare lahan yang terbakar di lokasi tersebut. 

Baca Juga: Asap Karhutla di Pekanbaru Timbulkan Kualitas Udara Berbahaya, BMKG Ungkap Penyebab dan Asalnya

Ia mengungkap juga masih ada titik-titik api baru. Menurutnya, hampir setiap hari terjadi kebakaran dengan skala kecil, menengah, maupun besar. 

Harun juga menyatakan ada eskalasi atau peningkatan kebakaran dalam beberapa hari ini terakhir. 

Ia merinci, kebakaran terjadi di daerah Landasan Ulin Selatan, Landasan Ulin Tengah, dan Landasan Ulin Timur. 

Menurutnya, di daerah itu terdapat puluhan hektare lahan gambut sehingga menimbulkan kepulan asap lumayan tebal.

Jarak pandang dan kualitas udara pun terganggu akibat karhutla yang terjadi di wilayah tersebut. 

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Banjarbaru & Palangka Raya | SAPA MALAM

Warga Banjarbaru, Erli Santi mengungkap kabut asap sampai masuk rumah dan menganggu aktivitas sehari-harinya. 

"24 jam kami di sini menghirup asap. Setiap pagi mulai kabut, nggak ada kelihatan apa-apa," ungkapnya dalam program sama. 

Erli mengatakan ia harus mengenakan masker saat beraktivitas sehari-hari, bahkan di dalam rumah. 

Tidak hanya itu, ia mengatakan jarak pandang jadi terganggu akibat kabut asap. Kabut juga menurutnya menyebabkan mata pedih. 

Erli juga menceritakan aktivitas anak-anak sekolah di lokasi tersebut saat kabut asap melanda. 

Ia mengatakan anak-anak sekolah di sekitar sana berangkat sekolah lebih siang, menunggu kabut asap hilang terlebih dahulu. 

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • asap
  • kabut asap
  • karhutla
  • banjarbaru
  • kalsel
  • polusi udara
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Meutya Hafid Minta KIP Jaga Kepercayaan Publik dan Akurasi Informasi
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Polda Metro gagalkan peredaran 108,23 gram tembakau sintetis di Depok
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Dalami Konstruksi Perkara Febrie, Kejagung Periksa 3 Pihak Swasta dan 1 Saksi Meringankan Don Ritto
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Purbaya Beri Sinyal Subsidi Motor Listrik Mulai Berjalan September 2026
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Menkop Ferry: Keberhasilan Koperasi Juga Diukur dari Manfaat bagi Masyarakat
• 5 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.