Meutya Hafid: Pers Harus Sajikan Informasi Akurat di Tengah Banjir Informasi

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan pentingnya peran pers dalam menyajikan informasi yang akurat dan terverifikasi di tengah derasnya arus informasi pada era digital. Pers perlu memastikan setiap berita yang disampaikan kepada publik melalui proses pemeriksaan fakta.

Hal ini disampaikan Meutya saat menghadiri kegiatan FP Run for Good Journalism 2026 yang diselenggarakan Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred)  di Jakarta pada Minggu (18/10). Ajang lari ini mengusung tema “Pers untuk Publik”.

Meutya menila tema “Pers untuk Publik” dalam ajang olahraga ini mengingatkan insan pers bahwa kerja jurnalistik harus mengutamakan kepentingan masyarakat.  Tema ini dinilai relevan dengan tantangan industri media saat ini. Perkembangan media sosial membuat arus informasi bergerak semakin cepat sehingga media konvensional dan platform digital perlu saling memperkuat ekosistem informasi.

"Pers ini harus bergegas, cepat. Apalagi saat ini ada sosial media, sehingga bersama media konvensional harus saling menguatkan ekosistemnya,” ujar Meutya.

Menurut dia, industri jurnalistik juga perlu menjaga keberlanjutannya di tengah berbagai tantangan yang semakin besar.  “Lari itu ujungnya ingin sehat. Nah, ini mengingatkan kita semua bahwa industri jurnalistik harus tetap sehat di tengah gempuran tantangan yang tidak mudah,” katanya.

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menilai kegiatan lari bersama ini dapat menjadi momentum untuk membangun kesehatan fisik dan mental. “Acara ini membuat pikiran sehat, badan sehat dan hati bahagia,” kata Komaruddin.

Ketua Forum Pemred Retno Pinasti mengatakan FP Run for Good Journalism digelar untuk mengampanyekan jurnalisme berkualitas sekaligus mendekatkan komunitas pers dengan masyarakat. Hal ini penting lntaran belakangan muncul keraguan di masyarakat terhadap integritas pers arus utama. 

Ia menekankan, pentignya peran pers di tengah maraknya disinformasi dan opini yang beredar di ruang publik saat ini. Pers diharapkan dapat menjadi verifikator yang memeriksa kebenaran informasi sebelum disampaikan kepada masyarakat.

“Di tengah badai disinformasi, badai opini, peran pers justru harus menjadi semakin krusial, karena sebagai verifikator untuk mengecek informasi mana yang sesuai fakta, informasi mana yang hoaks,” kata Pemimpin Redaksi SCTV dan Indosiar tersebut.

Retno berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung keberlangsungan pers yang berkualitas dan kredibel. Melalui FP Run for Good Journalism, Forum Pemred juga ingin menjangkau lebih banyak masyarakat, menyerap aspirasi publik, serta mendengarkan harapan dan masukan untuk perbaikan pers Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Asian Para Games 2026 Resmi Dibuka, Jepang Jadi Tuan Rumah untuk Pertama Kali
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Respon Doktif Usai Penangguhan Penahannya Dikabulkan
• 9 jam lalucumicumi.com
thumb
Bertemu PPIA Australia, Ibas Ajak Mahasiswa Perkuat Kerja Sama Global
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Macron Kecam Kekerasan dalam Demonstrasi Ricuh di Prancis
• 2 jam laludetik.com
thumb
Rektor IPB Alim Setiawan Dilantik Prabowo Jadi Wakil Menteri Pertanian Periode 2024-2029
• 9 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.