REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Semen Jawa, bagian dari Siam Cement Group (SCG), memperkuat penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan refuse-derived fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif dari sampah untuk mengurangi penggunaan batu bara dalam produksi semen.
Country Director PT SGC Indonesia Peramas Wajananawat mengatakan, pemanfaatan RDF menjadi salah satu langkah perusahaan untuk mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi bisnis jangka panjang.
Baca Juga
Kualitas Udara Jakarta Terus Memburuk Meski Asap Karhutla Menjauh, Ini Langkah Pemprov
Allianz Bekali 30 Remaja dengan Sepak Bola dan Literasi Keuangan
Jaringan Narkoba di PIK Mulai Disikat: Bandar Etomidate Diburu, Kelab-Kelab Malam Dirazia
SCG juga menargetkan penggunaan bahan bakar alternatif lebih dari 70 persen sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap batu bara.
“Bagi SCG, sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang. Kami melihatnya sebagai peluang untuk melakukan sesuatu yang baru dan mendapatkan manfaat dari sampah tersebut,” ujarnya di diskusi panel di ESG NOW Leadership Forum & Awards Republika 2026, Senin (19/10/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Peramas menjelaskan, perusahaan telah mengembangkan fasilitas pengolahan sampah menjadi RDF melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta di sekitar operasional Semen Jawa di Sukabumi, Jawa Barat.
Fasilitas tersebut mengolah sampah perkotaan atau municipal solid waste (MSW) menjadi bahan bakar alternatif yang dapat digunakan dalam proses produksi semen. Menurut Peramas, pemanfaatan RDF telah berjalan sekitar dua tahun dan porsi bahan bakar alternatif yang digunakan di pabrik SCG saat ini telah melampaui 35 persen.
Ia menjelaskan, keberhasilan pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar industri bergantung pada kualitas, konsistensi pasokan, dan kelayakan ekonominya. Karena itu, pengembangan RDF membutuhkan sistem pengelolaan sampah yang mampu menyediakan bahan baku sesuai kebutuhan industri.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)