Jakarta, CNBC Indonesia - Asian Development Bank (ADB) menyetujui subprogram pertama dari Program Pendalaman Pasar Keuangan (Financial Market Deepening Program) untuk Indonesia. Program ini mendukung upaya Indonesia memperdalam pasar modal, memodernisasi ekosistem keuangan digital, dan membangun lingkungan yang kondusif bagi pembiayaan berkelanjutan serta pembiayaan transisi. Subprogram pertama ini didukung pembiayaan ADB sebesar US$ 650 juta.
Program tersebut mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat sistem keuangannya di tiga bidang utama, yakni meningkatkan efisiensi pasar, mendorong layanan keuangan digital yang aman dan inovatif, serta memobilisasi modal swasta ke proyek-proyek yang ramah lingkungan.
Reformasi yang didukung diharapkan meningkatkan likuiditas, transparansi, dan partisipasi investor melalui dukungan bagi peminjaman efek (securities lending), penyedia likuiditas, dan pengembangan pasar obligasi.
Pada sisi digital, layanan keuangan akan diperkuat melalui kerangka regulasi aset digital yang lebih kokoh, standar keamanan siber yang lebih tinggi, dan perlindungan konsumen yang lebih baik. Untuk pembiayaan berkelanjutan dan transisi, program ini akan memperkuat regulasi dan infrastruktur pasar, memperluas taksonomi keuangan berkelanjutan, mendorong pemberian kredit hijau, serta mengurangi hambatan penerbitan instrumen keuangan berkelanjutan.
Direktur ADB untuk Indonesia Bobur Alimov mengatakan, kemudahan akses pembiayaan akan memungkinkan pelaku usaha berinvestasi, berekspansi, dan menciptakan lapangan kerja.
"Ketika masyarakat dapat menggunakan layanan keuangan digital dengan aman, mereka memiliki peluang yang lebih besar untuk menabung dan membangun masa depan mereka. Program ini akan semakin memperkuat sistem keuangan Indonesia sehingga terus memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menarik investasi untuk pembangunan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (19/10/2026).
Indonesia terus memperkuat kedalaman dan ketahanan pasar modalnya untuk memobilisasi lebih banyak investasi bagi pertumbuhan bisnis dan pembangunan ekonomi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembiayaan perbankan. Pada 2025, kapitalisasi pasar saham Indonesia tercatat sebesar 66,4% dari produk domestik bruto (PDB), yang menunjukkan masih besarnya potensi pengembangan pasar modal dan perluasan partisipasi investor.
Subprogram pertama ini melanjutkan dukungan jangka panjang ADB di sektor keuangan Indonesia, termasuk melalui Financial Market Development and Inclusion Program dan Promoting Innovative Financial Inclusion Program. Hal ini sekaligus menegaskan peran ADB sebagai bank utama kawasan dalam mendorong pengembangan pasar keuangan di ASEAN. Program ini selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan Visi Indonesia Emas 2045.
Sebagai informasi, ADB merupakan bank pembangunan multilateral terkemuka yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan, inklusif, dan tangguh di Asia dan Pasifik. Bersama para anggota dan mitranya, ADB memanfaatkan instrumen keuangan inovatif dan kemitraan strategis untuk mengubah kehidupan, membangun infrastruktur berkualitas, dan menjaga planet. Didirikan pada 1966, ADB dimiliki oleh 69 anggota, 50 di antaranya berasal dari kawasan Asia-Pasifik.
(rob/rob)




