Jakarta, tvOnenews.com - Sejumlah lembaga survei di Indonesia merilis hasil survei terkait tingkat kepuasan masyarakat terhadap Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Namun, hasil survei setiap lembaga pun berbeda-beda. Perbedaan hasil survei opini publik mengenai kepuasan terhadap Presiden Prabowo dan elektabilitas calon presiden menjelang Pemilu 2029 patut mendapat perhatian serius.
Sejumlah lembaga survei mencatat tingkat kepuasan terhadap Prabowo di atas 60 persen, sementara hasil Saeful Muzani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan angka yang lebih rendah.
Perbedaan paling mencolok terlihat pada simulasi elektabilitas yang menempatkan Dedi Mulyadi jauh di atas Prabowo.
Hal itu diungkap oleh Pemerhati isu demokrasi, politik, serta survei opini publik, Karyono Wibowo, pada Senin (19/10/2026).
"Saya memandang perbedaan ini perlu ditelaah secara kritis. Survei bukan sekadar angka; hasilnya dapat memengaruhi persepsi masyarakat dan pembacaan terhadap peta persaingan politik. Karena itu, metodologi dan dasar kesimpulannya harus transparan," ujarnya.
Parameter Politik Indonesia (PPI) mencatat kepuasan terhadap Presiden Prabowo sebesar 65,2 persen dalam survei 26 September–6 Oktober 2026. Indonesia Political Opinion (IPO) melaporkan 63 persen pada survei 27 Juli–3 Agustus 2026.
Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) mencatat 79,3 persen pada survei 18–28 Juli 2026, sedangkan Adidaya Institute mencatat 60,3 persen pada survei 15–21 September 2026.
Sebaliknya, SMRC melaporkan tingkat kepuasan terhadap Prabowo sebesar 44,5 persen, sementara 53,4 persen responden menyatakan tidak puas.
Pada pengukuran elektabilitas, SMRC mencatat Dedi Mulyadi sebesar 35,5 persen dan Prabowo hanya 9,8 persen dalam simulasi semi-terbuka dengan 24 nama.
Sebagai pembanding, PPI mencatat elektabilitas Prabowo 31,6 persen dalam simulasi terbuka dengan 20 nama dan 40,5 persen dalam simulasi lima kandidat. LKPI mencatat 35,5 persen dalam survei terpisah pada 8–20 September 2026.
"Angka-angka ini tidak dapat dibandingkan secara mutlak karena waktu survei dan desain pertanyaannya berbeda. Namun, selisih yang sangat besar di hasil SMRC tetap menimbulkan pertanyaan serius yang memerlukan penjelasan," katanya.
Menurut Karyono, hasil survei PPI yang mencatat kepuasan terhadap Presiden Prabowo sebesar 65,2 persen relevan sebagai salah satu gambaran persepsi publik terhadap kondisi nasional.
Ekonomi masih tumbuh, stabilitas politik dan keamanan relatif terjaga, serta sejumlah kebijakan pemerintah memberi manfaat meskipun masih memiliki kekurangan dan perlu dievaluasi.




