Protes BBM Berujung Rusuh, Prancis Perluas Jam Malam

celebesmedia.id
1 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pemerintah Prancis memperluas jangkauan aturan jam malam ke beberapa wilayah strategis, termasuk Nice, Lyon, dan Gironde. Langkah tegas ini diambil usai gelombang demonstrasi nasional pada akhir pekan lalu berujung pada aksi kekerasan, penjarahan, hingga pembakaran fasilitas publik.

Aksi unjuk rasa massal yang melanda berbagai pelosok Prancis tersebut dipicu oleh amarah publik atas melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM) serta kenaikan biaya hidup.

Berdasarkan laporan media setempat, BFMTV, pembatasan ketat di Paris diberlakukan mulai pukul 22.00 hingga 06.00 waktu setempat di sekitar kawasan Place de la Republique dan Les Halles. 

Otoritas menegaskan bahwa aturan ini berlaku untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Selain itu, kegiatan unjuk rasa di area tertentu Paris juga dilarang keras sejak pukul 20.00 hingga 06.00.

Langkah serupa turut diterapkan di pusat Kota Lyon (kawasan Presqu’ile) dengan jam malam mulai pukul 21.00 hingga 06.00. Sementara di wilayah barat daya Prancis, Gironde, aturan jam malam ditujukan bagi anak di bawah umur yang tanpa pendampingan orang tua, berlaku mulai pukul 22.00 hingga 07.00 sampai 26 Oktober mendatang.

Di Nice, Wali Kota Eric Ciotti menetapkan batasan pergerakan malam hari bagi remaja di area pusat kota mulai pukul 21.00 hingga 06.00. Ia menekankan pentingnya langkah darurat ini demi menjamin keselamatan publik.

“Kebijakan ini bertujuan melindungi warga dari gerombolan perusuh yang menyapu jalan-jalan kota akhir pekan ini,” ujar Eric Ciotti.

Tak hanya di wilayah selatan dan barat, empat area di Prancis utara yakni Lille, Douai, Wattignies, dan Denain juga menyepakati pemberlakuan jam malam selama dua malam berturut-turut dari pukul 20.00 hingga 06.00. Khusus wilayah Denain, pembatasan tambahan diperpanjang hingga 25 Oktober.

Eskalasi kerusuhan ini terjadi seiring besarnya gelombang penolakan masyarakat terhadap situasi ekonomi. Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mencatat skala demonstrasi yang sangat besar dengan penjagaan ekstra ketat.

“Sekitar 550.000 orang mengikuti 110 aksi demonstrasi di seluruh Prancis pada Sabtu, termasuk 110.000 orang di Paris. Sekitar 400 orang telah ditangkap secara nasional,” ungkap Laurent Nunez. 

Pemerintah Prancis menegaskan akan terus menyiagakan personel keamanan dan mengevaluasi status pembatasan wilayah guna mengembalikan kondusivitas di tengah tensi sosial yang masih tinggi.

Sumber: Anadolu/Antara


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daur Ulang Life Jacket, PELNI Raih Penghargaan ESG Now Republika
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tamsil Linrung: Putusan MK Tak Boleh Ganggu Tugas Presiden
• 3 jam laluharianfajar
thumb
K3S dan PGRI Kecamatan Makassar Perkuat Kolaborasi, Bahas Bantuan Buku dan Mutu Pendidikan
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Kemenag Salurkan Rp7 Triliun untuk PIP dan KIP Kuliah, Ribuan Mahasiswa Terima Beasiswa
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Jelang Hadapi Barcelona, Enrique Ungkap Cara Ampuh Hentikan Lamine Yamal
• 1 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.