Belum Butuh Bantuan Asing, Menko Dudung: Negara Kita Masih Sanggup Padamkan Karhutla

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah tidak kunjung menetapkan status kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia sebagai bencana nasional. Pemerintah mengeklaim masih sanggup untuk menangani karhutla yang masih terjadi hingga hari ini.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurrachman menyatakan bahwa negara masih sanggup untuk menangani karhutla. Karena itu, belum diperlukan untuk penetapan bencana nasional terkait penanganan karhutla.

Baca Juga
  • Trump Dukung Netanyahu, JD Vance Justru Enggan Ikut Campur Pemilu Israel
  • Singkong Cuma Laku Rp 2.000 per Kg, Warga Keladen Cari Cara Tambah Penghasilan
  • PKS Dorong Reformasi Tata Kelola Pasar Modal Indonesia

"Ya, sementara kita masih sanggup, ya, negara kita masih sanggup," kata dia saat konferensi pers dikutip Republika, Selasa (20/10/2026).

Ia menjelaskan, penetapan bencana nasional akan membuat berbagai negara memberikan bantuan kepada Indonesia untuk penanganan karhutla. Namun, saat ini Indonesia dinilai belum terlalu membutuhkan bantuan internasional untuk penanganan karhutla.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dudung mengungkapkan, pihaknya sudah menerima tawaran bantuan untuk penanganan karhutla dari pemerintah Malaysia berupa tiga unit helikopter dan 52 personel. Namun, bantuan itu masih dalam pembahasan lebih lanjut.

"Bukan masalah bantuannya, tapi nanti teknis di lapangan, ini juga banyak kendala-kendala, ya, masalah distribusi BBM, dan sebagainya itu tidak serta-merta hanya alutsista, kemudian personel yang memberikan bantuan, tapi untuk sementara kita masih sanggup lah ya," ujar Dudung.

 

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Heboh Haji Isam Gadai Saham JARR dan PGUN ke Bank Mandiri, BEI Akui Tidak Bisa Ikut Campur
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Viral Dokter di Kota Bandung Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri sejak Usia 3 Tahun hingga Menderita Gonore
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Belum Butuh Bantuan Asing, Menko Dudung: Negara Kita Masih Sanggup Padamkan Karhutla
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
BNI Sukses Pertahankan Predikat Tertinggi Penerapan GCG Dua Tahun Berturut-turut
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Aktivis Greenpeace Panjat Monumen Selamat Datang, Polisi Singgung Status Cagar Budaya
• 10 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.