Presiden Prabowo Dorong Kesejahteraan Rakyat Lewat Program Gizi, Pendidikan, dan Kesehatan

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menilai arah pembangunan pemerintah saat ini semakin menempatkan masyarakat sebagai pusat kebijakan. Menurut dia, berbagai program yang dijalankan pemerintah dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat kemampuan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Sarmuji mengatakan, pendekatan tersebut mencerminkan penerapan ekonomi konstitusi yang menjadikan rakyat sebagai orientasi sekaligus subjek pembangunan. Ia menilai perubahan paradigma itu terlihat dari sejumlah program yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi, pendidikan, kesehatan, hingga dukungan bagi petani dan pemerataan akses listrik.

Baca Juga :
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Produksi Beras Naik, 57 Juta Orang Terima Makan Bergizi Gratis
BGN Sebut MBG Prasmanan Bisa Kurangi Limbah Makanan: Tingkat Konsumsi Siswa Lebih Tinggi

"Ada pergeseran paradigma pembangunan selama kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. Presiden sedang menerapkan ekonomi konstitusi dalam pengertian yang sebenarnya, di mana rakyat banyak menjadi orientasi sekaligus subjek pembangunan," kata Sarmuji dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026.

Menurut Sarmuji, program pemerintah perlu dilihat dari manfaatnya bagi masyarakat. Ia menyebut sejumlah kebijakan diarahkan agar warga, khususnya kelompok kecil, memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian.

"Kalau kita perhatikan secara saksama, seluruh program pemerintah hari ini dimaksudkan agar rakyat, terutama rakyat kecil, menjadi lebih berdaya," ujarnya.

Program Gizi, Pendidikan, dan Kesehatan Jadi Perhatian

Sarmuji mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi anak sekolah, balita, dan ibu hamil. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan dukungan untuk memperoleh asupan makanan bergizi.

Berdasarkan data pemerintah, hingga Mei 2026, program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau lebih dari 62 juta penerima manfaat.

Selain pemenuhan gizi, pemerintah menjalankan program Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin. Program ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari kelompok masyarakat kurang mampu.

Hingga saat ini, Sekolah Rakyat beroperasi di sedikitnya 166 titik untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Di bidang kesehatan, pemerintah juga menyediakan program Cek Kesehatan Gratis untuk masyarakat luas. Hingga Juli 2026, program tersebut tercatat telah melayani lebih dari 73 juta warga.

Baca Juga :
Kepala BGN: Siswa yang Berangkat Sekolah dalam Keadaan Lapar Berkurang Sejak Ada MBG
Ada Pengadaan Tak Wajar Rp541,64 Miliar hingga Denda Rp43,89 Miliar, BPK Bongkar Sederet Masalah MBG
Bakal Dipakai Angkut MBG, 4 Pikap Jepang Ini Punya Perbedaan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Luxeed Uji Performa Mobil di Guangde Proving Ground, Jelang Menuju Pasar Global
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Perpanjang Kontrak 6.472 PPPK Paruh Waktu, Wali Kota Appi: Bentuk Perhatian Pemkot dan Cegah Pengangguran
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Ada 3 Perusahaan RI Lagi yang Dikirimi Surat oleh Singapura Terkait Kabut Asap
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Demi Usut Tuntas Korupsi Dana Bencana di BNPB, KPK Geledah Delapan Lokasi Strategis
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Siti Si Vampir Siap Hadirkan Komedi Satir yang Segar di Layar Lebar
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.