Jakarta, VIVA –Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Edhie Baskoro Yudhoyono, mendorong penguatan tata kelola museum dan galeri seni di Indonesia melalui kerja sama internasional, pendanaan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan edukasi dan literasi seni bagi generasi muda.
Hal tersebut disampaikan dalam kunjungannya ke National Gallery of Australia di Canberra, Australia, Jumat (16/10/2026). Kunjungan ini menjadi kesempatan baginya untuk mempelajari pengelolaan koleksi, pelestarian karya seni, pengembangan pameran, serta sistem kerja sama antara museum dan galeri dengan berbagai institusi kebudayaan di dunia.
Ibas sapaannya menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Australia tidak cukup hanya dibangun melalui kedekatan geografis sebagai negara bertetangga, tetapi juga perlu diperkuat melalui kerja sama konkret, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk seni dan kebudayaan.
"Sebagai anggota parlemen, kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan diplomasi antara kedua negara berjalan dengan baik dan semakin kuat. Kita tidak datang hanya untuk menyapa sebagai negara tetangga, tetapi juga untuk memastikan kerja sama, kolaborasi, dan pertukaran gagasan terus berkembang," ujarnya saat melakukan kunjungannya ke National Gallery of Australia di Canberra, Australia, Jumat (16/10/2026).
Ketua Fraksi Partai Demokrat ini menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman budaya dan kekayaan ekspresi seni yang luar biasa. Kekayaan tersebut tidak hanya tercermin dalam seni lukis dan karya seni rupa, tetapi juga dalam kerajinan tangan atau handicraft, wastra Nusantara, seni tekstil tradisional, seni kriya, serta berbagai warisan budaya yang tumbuh di daerah-daerah.
Wastra Indonesia, mulai dari batik, tenun, songket, hingga berbagai kain tradisional khas daerah, merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang menyimpan nilai sejarah, filosofi, keterampilan, dan pengetahuan yang diwariskan lintas generasi.
Ibas mengungkap kekayaan seni dan budaya Indonesia perlu memperoleh ruang yang lebih luas melalui museum, galeri, pameran, dokumentasi, serta kolaborasi dengan seniman dan institusi kebudayaan di dalam maupun luar negeri.
Museum dan galeri tidak seharusnya hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi seni dan budaya, tempat masyarakat mengenali identitasnya, sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada dunia.





