HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Ricky Pratama mulai menebar ancaman. Dia bertekad membawa Persebaya Surabaya bangkit saat tandang ke markas PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie (GBH), Parepare, Kamis (22/10/2026).
Kehadirannya di Sulsel bukan sekadar nostalgia. Dia akan melawan mantan klub yang telah membesarkan namanya.
Penyerang berusia 23 tahun itu membawa misi pemulihan setelah Persebaya gagal meraih kemenangan pada pekan kelima Super League 2026/2027 ketika ditahan PSS Sleman dengan skor 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (18/10/2026).
Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Green Force yang sebelumnya membidik tiga poin di hadapan pendukung sendiri, tetapi harus puas berbagi angka setelah dua kali tertinggal dari tim tamu.
Kini, duel melawan PSM menjadi kesempatan bagi Persebaya untuk membuktikan bahwa mereka mampu memperbaiki kelemahan sekaligus kembali bersaing memperebutkan poin penuh.
Kegagalan Persebaya Menang atas PSSKegagalan mengamankan kemenangan di kandang meninggalkan kekecewaan bagi para pemain Persebaya, termasuk Ricky yang menilai hasil pertandingan melawan PSS seharusnya bisa lebih baik.
Dukungan Bonek dan Bonita di Stadion Gelora Bung Tomo belum mampu mengantarkan tim kebanggaan Surabaya tersebut meraih tiga poin sesuai target.
Persebaya bahkan harus berjuang keras sepanjang pertandingan setelah PSS dua kali mengambil keunggulan dan memaksa tuan rumah mengejar ketertinggalan.
Miguel Pereira menjadi sosok penting yang menyelamatkan Green Force dari kekalahan melalui dua golnya, masing-masing pada menit ke-36 dan masa tambahan waktu babak kedua.
Meski berhasil mengamankan satu poin, hasil akhir tersebut belum memuaskan ambisi skuad Persebaya yang ingin memaksimalkan keuntungan bermain di kandang.
“Tentu kami sangat kecewa dengan hasil pertandingan melawan PSS Sleman. Kami menargetkan tiga poin, tetapi hasil akhirnya tidak sesuai dengan harapan,” ujar Ricky.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Persebaya tidak ingin kehilangan momentum pada awal kompetisi, terutama ketika setiap poin berpotensi memengaruhi posisi tim dalam persaingan Super League.
Konsentrasi dan Disiplin Jadi Pekerjaan Rumah Green ForceMenjelang lawatan ke Parepare, Ricky menilai Persebaya harus membenahi konsentrasi dan kedisiplinan agar tidak kembali memberikan keuntungan kepada lawan melalui kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari.
Dua gol yang bersarang ke gawang Green Force saat melawan PSS menjadi pengingat bahwa keunggulan dalam penguasaan permainan atau kemampuan mencetak gol belum cukup apabila pertahanan kehilangan fokus.
Menurut Ricky, seluruh pemain harus mempertahankan kewaspadaan sepanjang pertandingan karena kelengahan sesaat dapat mengubah jalannya laga.
“Pelajaran penting yang harus kami ambil adalah menjaga fokus sepanjang pertandingan dan menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu,” tuturnya.
“Sekecil apa pun kehilangan konsentrasi, lawan bisa memanfaatkannya untuk mencetak gol,” lanjut jebolan akademi PSM tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan sejak pertandingan dimulai hingga wasit meniup peluit akhir agar tim tidak kembali terjebak dalam situasi yang merugikan.
“Karena itu, kami harus lebih disiplin dan fokus sejak awal hingga pertandingan berakhir,” imbuhnya.
Evaluasi tersebut menjadi perhatian penting bagi Persebaya setelah mereka harus dua kali bekerja keras untuk menyamakan kedudukan dalam pertandingan sebelumnya.
Kemampuan Miguel Pereira mencetak dua gol memang memperlihatkan potensi serangan Green Force, tetapi ketajaman di lini depan perlu ditopang organisasi pertahanan yang lebih kokoh.
Dengan keseimbangan permainan yang lebih baik, Persebaya diharapkan tidak hanya mampu menciptakan peluang, tetapi juga mempertahankan keunggulan dan menghindari kehilangan poin akibat kesalahan sendiri.
Hadapi PSM Makassar, Ricky Minta Persebaya Segera BerbenahPersebaya kini mengalihkan perhatian ke pertandingan pekan keenam melawan PSM Makassar yang akan berlangsung di GBH, Parepare, Kamis (22/10/2026).
Laga tandang ini menjadi ujian berikutnya bagi Green Force untuk menerapkan hasil evaluasi sekaligus menjawab kekecewaan setelah gagal menang di hadapan Bonek dan Bonita.
Ricky menegaskan bahwa timnya harus menjadikan hasil imbang melawan PSS sebagai bahan pembelajaran, bukan alasan untuk terus terbebani oleh kegagalan sebelumnya.
“Fokus kami adalah mengevaluasi kesalahan pada pertandingan sebelumnya dan memperbaiki kekurangan yang masih ada,” kata Ricky.
Ia berharap perbaikan yang dilakukan selama persiapan dapat membantu Persebaya tampil lebih efektif ketika menghadapi tantangan dari PSM.
“Kami ingin belajar dari hasil kemarin agar bisa tampil lebih baik dan berusaha mendapatkan hasil maksimal di pertandingan berikutnya,” tutupnya.
Pesan tersebut sekaligus menunjukkan tekad pemain Persebaya untuk mengubah hasil mengecewakan menjadi motivasi dalam menghadapi pertandingan berikutnya.
Bagi Ricky, lawatan ke Parepare bukan hanya kesempatan untuk membantu Green Force kembali ke jalur kemenangan, tetapi juga ajang untuk menunjukkan respons tim setelah kehilangan dua poin di kandang.
Mampukah Persebaya Pulang dari Parepare dengan Tiga Poin?Peluang Persebaya meraih hasil positif di kandang PSM akan sangat ditentukan oleh kemampuan mereka menjaga keseimbangan antara efektivitas serangan dan kekuatan pertahanan.
Hasil imbang 2-2 melawan PSS memperlihatkan bahwa Green Force memiliki daya juang untuk bangkit, tetapi juga masih menyimpan sejumlah persoalan yang harus segera diselesaikan.
Dua kali mengejar ketertinggalan menunjukkan para pemain tidak menyerah hingga pertandingan berakhir, meskipun semangat tersebut perlu diiringi pengambilan keputusan yang lebih tepat di lapangan.
Konsentrasi sejak menit pertama, kedisiplinan dalam menjaga area pertahanan, serta kemampuan memanfaatkan peluang akan menjadi faktor penting bagi Persebaya ketika berhadapan dengan PSM.
Di sisi lain, bermain di Parepare menghadirkan tantangan tersendiri bagi tim tamu yang harus mampu menghadapi tekanan pertandingan tandang dan menjaga fokus sepanjang laga.
Ricky Pratama pun berharap evaluasi yang dilakukan dapat memberikan perubahan nyata sehingga Persebaya tidak kembali kehilangan poin akibat kesalahan yang seharusnya bisa dihindari.
Kini, duel melawan PSM menjadi kesempatan bagi Green Force untuk membuktikan kesiapan mereka bangkit, sedangkan tekad Ricky dan rekan-rekannya untuk mendapatkan hasil maksimal akan diuji langsung di lapangan GBH. (*)





