Barcelona Laporkan PSG ke UEFA Usai Teror Banner Chainsaw di Liga Champions

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Manajemen FC Barcelona mengajukan laporan resmi kepada UEFA atas aksi pembentangan banner provokatif oleh suporter Paris Saint-Germain pada laga Liga Champions di Stadion Parc des Princes. Dikutip dari laporan ESPN via Goal, pihak Barcelona merasa geram dengan aksi pendukung tuan rumah yang menampilkan ilustrasi bertema horor sebelum kick-off dimulai.

Atmosfer intimidatif tersebut makin diperparah oleh nyala flare dan petasan untuk meniru percikan api dari bilah gergaji mesin. Selain spanduk raksasa yang menggambarkan pemotongan lambang klub lawan, para suporter juga menyertakan pesan bernada ancaman bertuliskan “Pembantaian, gaya Paris.”

Teror Visual dan Badai Cedera Pemain di Lapangan

Tindakan agresif suporter tuan rumah tersebut langsung memicu kemarahan dari delegasi tim tamu yang mendampingi Barcelona di Paris. Manajemen tim Catalan lantas memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut secara resmi kepada badan pengawas sepak bola Eropa.

Tensi tinggi di tribun penonton ternyata menjalar ke dalam lapangan pertandingan hingga memakan banyak korban cedera dari kedua tim. PSG harus kehilangan Ousmane Dembele pada menit ke-20 akibat masalah paha yang membuat Ferran Torres masuk bertanding melawan mantan klubnya.

Petaka bagi tuan rumah berlanjut pada babak kedua saat dua pemain kunci mereka bertumbangan dalam satu momen yang sama. Khvicha Kvaratskhelia mengalami masalah pada lututnya usai berduel udara, sementara kapten tim Marquinhos turut ditarik keluar akibat cedera.

Kekalahan Perdana Barcelona dan Rekor Buruk Pertahanan

Barcelona sendiri tidak luput dari badai cedera yang menimpa para pemain utama mereka sepanjang babak pertama. Dani Olmo hanya bertahan selama 27 menit di lapangan sebelum digantikan oleh Fermin Lopez karena mengalami benturan keras.

Di tengah situasi kacau akibat cedera pemain, PSG berhasil mengamankan kemenangan telak 4-2 atas tim tamu. Desire Doue membuka keunggulan PSG lewat tembakan mendatar yang menyulitkan kiper lawan setelah mendominasi babak pertama.

Lini belakang Barcelona mencatatkan rekor pertahanan terburuk sejak musim 2003-2004 setelah menerima 10 tembakan tepat sasaran pada babak pertama. Meskipun sempat menyamakan kedudukan lewat gol Xavi Espart dan Lamine Yamal, Barcelona tetap harus mengakui keunggulan tuan rumah melalui gol penutup dari Vitinha dan Fabian Ruiz.

Laga Krusial Domestik Menanti Kedua Tim

Hasil mengecewakan di Paris tersebut resmi menghentikan rekor impresif 11 kemenangan beruntun milik Barcelona di semua kompetisi. Kekalahan ini juga menjadi hasil buruk pertama bagi klub asuhan Hansi Flick pada kampanye musim ini.

Kedua tim kini harus segera mengalihkan fokus karena jadwal padat pada kompetisi domestik sudah menanti di akhir pekan. Barcelona dijadwalkan bakal menjamu rival abadi mereka Real Madrid dalam laga bergengsi bertajuk El Clasico.

Sementara itu, PSG bakal melakoni laga sengit melawan Lyon dalam lanjutan Ligue 1 untuk mempertahankan posisi puncak klasemen. Pelatih Luis Enrique harus merotasi skuad secara cermat sembari menanti hasil pemeriksaan medis lengkap dari para pemain bintangnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Yusril Sebut Definisi Korupsi Stagnan di UU: Usulan Luhut Patut Dipertimbangkan
• 4 jam laludetik.com
thumb
Giliran BYD Digugat Pemilik Merek Denza, Tuntut Ganti Rugi Rp 9,5 Triliun!
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Madura United tak ingin kehilangan poin di kandang
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
KPK Ungkap Pengadaan Tenda, Selimut, hingga Perahu Karet BNPB Diduga Turut Dikorupsi
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Kasus Beras Fortifikasi Abal-abal Naik Penyidikan, Bareskrim Belum Tetapkan Tersangka
• 8 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.