Jakarta, VIVA - Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka direncanakan hadir untuk menunjukkan ijazahnya dalam sidang di pengadilan tata usaha negara (PTUN). Hal ini langsung dibeberkan tim kuasa hukum Gibran, usai mereka ditetapkan majelis hakim sebagai pihak terkait intervensi di PTUN, Jakarta Timur, Kamis (22/10/2026).
"Terkait hal itu tentunya kan kita semua tahu bahwa Pak Gibran sebagai Wapres tentu sibuk dengan agenda kenegaraannya. Namun insyaallah apabila memang ada kesempatannya dan tidak berbenturan dengan agenda kenegaraan, Pak Gibran akan hadir," ucap kuasa hukum Gibran, Adil Supatra akbar usai sidang.
"Untuk sekaligus juga membuat isu yang terkait belakangan ini menjadi lebih terang lagi," sambungnya.
Bahkan ia mengaku, para tim hukum sudah melihat ijazah Gibran lengkap dari jenjang sekolah menengah hingga universitas.
"Kami akan buktikan seluruhnya bahwa Pak Gibran memiliki ijazah yang lengkap baik dari SLTP kemudian SLTA setara sampai dengan S1. Karena kita sudah lihat ya," ucapnya.
Sementara, penggugat di sidang ini adalah pegiat pendidikan Mercy Sihombing.
Pihak tergugat adalah Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Ditjen Dikmendiksus) di lingkungan kementerian yang membidangi pendidikan dasar dan menengah.
Pengacara Mercy, Denny Indrayana mengatakan mereka akan sangat senang jika Gibran dapat hadir di persidangan.
"Akan sangat bagus kalau Gibran bisa hadir akan sangat menarik untuk kita tanyakan pada Gibran," jelas Denny Indrayana.
Walau begitu, Denny Indrayana di satu sisi tak memungkiri Gibran tidak akan hadir di persidangan. Hal itu mengingat proses persidangan terkait ijazah ayah Gibran, Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).
Seperti diketahui, nama Jokowi juga sempat disebut bakal hadir ke persidangan ihwal ijazah dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa dan Roy Suryo.
"Belajar dari pengalaman persidangan Tifa, Roy yang Pak Jokowi janji hadir tidak pernah hadir. Saya ya harap-harap cemas juga saya kok enggak yakin beliau akan hadir," ucap Denny.
"Tapi kalau beliau hadir, bagus, saya akan banyak pertanyaan yang akan kita sampaikan kepada beliau," pungkasnya.





