Penyakit Darah Pisang Ancam Petani Flores, Undana dan IFTK Ledalero Siapkan Riset untuk Cari Solusi

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero menjajaki kerja sama penelitian untuk mengatasi penyakit darah pisang yang menyebabkan tanaman mati dan gagal berbuah di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kolaborasi tersebut dilakukan sebagai upaya mencari penyebab penyakit yang mengancam produktivitas tanaman pisang sekaligus merumuskan langkah penanganan yang dapat diterapkan langsung oleh petani.

Rektor IFTK Ledalero, Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, SVD, mengatakan penyakit darah pisang telah menjadi persoalan serius bagi masyarakat yang menggantungkan kegiatan pertaniannya pada komoditas tersebut.

“Di Flores, kami menghadapi persoalan penyakit darah pisang. Banyak tanaman pisang yang mati, tidak berbuah, sehingga perlu penelitian untuk mengetahui apa penyebabnya. Kami berharap keterlibatan perguruan tinggi dalam riset berbasis persoalan masyarakat dapat menghasilkan solusi yang aplikatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat maupun pemerintah daerah,” katanya dalam audiensi bersama pimpinan Undana di Kupang, Kamis (22/10/2026).

Penyakit Darah Pisang Sebabkan Tanaman Mati dan Gagal Berbuah

Otto menjelaskan bahwa serangan penyakit darah pisang menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petani di Flores karena berdampak langsung terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Tanaman pisang yang terserang penyakit tersebut dilaporkan mengalami kematian dan tidak mampu menghasilkan buah sebagaimana mestinya.

Kondisi tersebut mendorong perlunya penelitian ilmiah untuk mengidentifikasi penyebab penyakit serta menentukan metode penanganan yang sesuai dengan kondisi pertanian setempat.

Menurut Otto, keterlibatan perguruan tinggi sangat dibutuhkan agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat ditangani melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan.

Ia menekankan bahwa penelitian tidak seharusnya hanya menghasilkan publikasi akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hasil riset diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan langkah penanganan penyakit tanaman sekaligus mendukung kebijakan pembangunan pertanian di daerah.

Undana dan IFTK Ledalero Perkuat Kolaborasi Penelitian di NTT

Wakil Rektor IV Undana Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, menyampaikan bahwa pihaknya membuka kesempatan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di NTT.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas penelitian, meningkatkan mutu pendidikan tinggi, serta mengembangkan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Undana berkomitmen untuk tidak menjadi menara gading, tetapi hadir dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan tinggi di NTT. Setiap perguruan tinggi memiliki keunikan dan keunggulan masing-masing yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi agar kita berkembang bersama dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” katanya.

Selain membahas penyakit darah pisang, kedua perguruan tinggi juga menjajaki kerja sama penelitian untuk menangani persoalan sampah di masyarakat.

Bidang lain yang menjadi perhatian meliputi peningkatan kemampuan literasi dan numerasi generasi muda serta pengembangan potensi lokal melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam membantu pemerintah daerah menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.

Riset Penyakit Pisang Disiapkan untuk Mendukung Pembangunan Daerah 2027

Kolaborasi Undana dan IFTK Ledalero juga diarahkan untuk mendukung program riset berdampak yang dikembangkan Undana.

Program tersebut menggunakan pendekatan pemetaan persoalan prioritas di tingkat kabupaten sebagai bagian dari perencanaan pembangunan daerah pada 2027.

Melalui pendekatan tersebut, kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan dapat dipertemukan dengan kemampuan penelitian yang dimiliki perguruan tinggi.

Penelitian mengenai penyakit darah pisang menjadi salah satu contoh persoalan lokal yang membutuhkan keterlibatan akademisi dalam mencari solusi.

Selain menghasilkan kajian ilmiah, kerja sama tersebut diarahkan agar hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah.

Pengembangan riset berbasis kebutuhan masyarakat juga diharapkan mampu memperkuat pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk mendukung sektor pertanian dan potensi ekonomi lokal.

Undana Siapkan Pendampingan Akademik dan Pengembangan Teknologi IFTK Ledalero

Selain penelitian, Undana juga menyiapkan dukungan untuk meningkatkan kualitas kelembagaan dan akademik IFTK Ledalero.

Bentuk pendampingan yang dibahas mencakup pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) dan Applied Approach (AA).

Kerja sama juga meliputi pendampingan akreditasi program studi, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan jabatan akademik dosen.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Undana turut membuka peluang pendampingan melalui Klinik Riset.

Dukungan tersebut mencakup pengelolaan sistem BIMA, sinkronisasi data SINTA, serta penyusunan proposal hibah penelitian di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam pertemuan itu, IFTK Ledalero juga menyampaikan kebutuhan penguatan tata kelola berbasis teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan akademik.

Pengembangan sistem tersebut diperlukan untuk mendukung rencana pembukaan program studi baru, yakni Sistem Informasi, Desain Komunikasi Visual, dan Kewirausahaan.

Melalui penjajakan kerja sama ini, Undana dan IFTK Ledalero berupaya memperkuat kegiatan penelitian, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, serta menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat, termasuk ancaman penyakit darah pisang yang dihadapi petani Flores.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] Peneliti PUKAT UGM soal Luhut Usul Kerugian Negara Bukan Korupsi, Apa Dampaknya? | SAPA MALAM
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Bansos Anak Sekolah Cair Oktober 2026: Simak Besaran PKH, PIP, dan Cara Cek Penerimanya
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cek Saham-saham Pilihan saat IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pesisir Selatan Jawa, Titik Kritis Hiu Paus Terdampar
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Prabowo cari KDM pada Rakornas TPAKD
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.