Pantau - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan Kementerian Sosial (Kemensos) akan mendalami dugaan penganiayaan terhadap tiga siswa Sekolah Rakyat yang diduga melibatkan kadet Universitas Pertahanan (Unhan) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Gus Ipul menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Universitas Pertahanan dan pihak terkait untuk memastikan kebenaran informasi mengenai dugaan kekerasan yang terjadi dalam kegiatan pendampingan siswa tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, pemerintah perlu mengetahui kronologi kejadian secara terperinci sebelum menentukan langkah penanganan terhadap dugaan tindakan kekerasan tersebut.
"Jadi saya ingin mengetahui lebih lanjut dan nanti kita akan ambil langkah-langkah bersama dengan Universitas Pertahanan, kalau itu memang benar terjadi," ujar Gus Ipul.
Ia menegaskan bahwa proses pendalaman diperlukan untuk memastikan fakta kejadian sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap pelaksanaan program pendampingan siswa Sekolah Rakyat.
Tiga Siswa Sekolah Rakyat di Jember Diduga Jadi Korban KekerasanSebelumnya, beredar informasi mengenai dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh kadet atau calon perwira Universitas Pertahanan terhadap tiga siswa Sekolah Rakyat.
Dugaan peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Berdasarkan informasi yang beredar, ketiga siswa diduga mengalami tindakan kekerasan yang melibatkan kadet Unhan saat menjalankan kegiatan pendampingan.
Meski demikian, informasi mengenai dugaan penganiayaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kronologi dan kejadian yang sebenarnya.
Gus Ipul menyampaikan penyesalannya apabila dugaan kekerasan tersebut nantinya terbukti benar terjadi dalam pelaksanaan program pendampingan siswa.
Menurutnya, tindakan kekerasan tidak sejalan dengan tujuan kehadiran mahasiswa Universitas Pertahanan di lingkungan Sekolah Rakyat.
Keterlibatan mahasiswa Unhan dalam program tersebut pada dasarnya ditujukan untuk memperkuat kegiatan pendampingan serta pembinaan kedisiplinan siswa.
Karena itu, dugaan tindakan kekerasan yang muncul dalam pelaksanaan kegiatan pendampingan menjadi perhatian Kementerian Sosial untuk ditelusuri lebih lanjut.
Gus Ipul Pastikan Dugaan Kekerasan Tidak Akan DibiarkanGus Ipul menegaskan bahwa Kementerian Sosial tidak akan mengabaikan laporan dugaan penganiayaan terhadap siswa Sekolah Rakyat di Jember.
Ia memastikan pemerintah akan melakukan pendalaman dan mengambil langkah tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan bersama Universitas Pertahanan.
"Nanti akan kami dalami lebih lanjut dan ini pasti akan kita tindak lanjuti, tidak akan kita diamkan dan sebagai bahan evaluasi kita," tegas Gus Ipul.
Menurutnya, hasil pendalaman akan digunakan untuk menentukan langkah penanganan sekaligus memperbaiki pelaksanaan kegiatan pendampingan siswa pada masa mendatang.
Kementerian Sosial juga akan melakukan langkah mitigasi untuk mengatasi persoalan yang muncul selama program pendampingan berlangsung.
Langkah tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan Universitas Pertahanan serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
Gus Ipul menekankan bahwa penanganan dugaan kekerasan harus dilakukan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan manfaat kegiatan pendampingan bagi para siswa.
Sebanyak 1.500 Mahasiswa dan Pengasuh Unhan Terlibat PendampinganGus Ipul menjelaskan bahwa program pendampingan siswa Sekolah Rakyat melibatkan sekitar 1.500 mahasiswa dan pengasuh Universitas Pertahanan.
Para mahasiswa dan pengasuh tersebut telah menjalankan kegiatan pendampingan selama dua minggu terakhir.
Menurut penilaian Gus Ipul, secara umum pelaksanaan program pendampingan selama ini telah berjalan dengan baik.
Meski demikian, ia memastikan dugaan insiden kekerasan yang dilaporkan tetap akan menjadi perhatian serius Kementerian Sosial.
Gus Ipul juga menjelaskan bahwa mahasiswa Universitas Pertahanan tidak menjalankan kegiatan pendampingan secara mandiri tanpa pengawasan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Unhan didampingi oleh para pengasuh yang turut terlibat dalam proses pembinaan dan pendampingan siswa.
Para pengasuh tersebut berkoordinasi dengan kepala sekolah yang memiliki kedudukan sebagai pimpinan tertinggi di lingkungan Sekolah Rakyat.
Dengan mekanisme tersebut, kegiatan pendampingan mahasiswa Unhan berada dalam koordinasi yang melibatkan mahasiswa, pengasuh, dan pimpinan sekolah.
Kemensos Siapkan Evaluasi dan Mitigasi Program PendampinganKementerian Sosial akan menjadikan dugaan kekerasan terhadap tiga siswa Sekolah Rakyat di Jember sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program pendampingan.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan pembinaan kedisiplinan siswa tetap berjalan sesuai dengan tujuan program.
Selain melakukan pendalaman terhadap dugaan kejadian, Kemensos juga akan menyiapkan langkah mitigasi melalui koordinasi dengan Universitas Pertahanan dan pihak terkait.
Gus Ipul berharap persoalan yang sedang ditelusuri tersebut tidak menghilangkan manfaat positif dari program pendampingan yang menurut penilaiannya secara umum telah berjalan dengan baik.
Pemerintah berupaya memastikan bahwa penanganan dugaan kekerasan dan evaluasi program dapat dilakukan tanpa mengabaikan tujuan utama pendampingan siswa Sekolah Rakyat.
Hingga pernyataan Gus Ipul disampaikan, dugaan penganiayaan terhadap tiga siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Jember masih dalam tahap pendalaman dan belum dinyatakan terbukti.
Kementerian Sosial bersama Universitas Pertahanan akan menentukan langkah tindak lanjut setelah memperoleh informasi lebih lengkap mengenai dugaan peristiwa tersebut.
Hasil pendalaman nantinya akan menjadi dasar perbaikan pelaksanaan program agar kegiatan pendampingan dan pembinaan kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat dapat terus berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.



