PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) membukukan laba bersih sebesar Rp1,01 triliun hingga kuartal III-2026.
IDXChannel - PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) membukukan laba bersih sebesar Rp1,01 triliun hingga kuartal III-2026. Kinerja tersebut ditopang oleh perbaikan kualitas pembiayaan yang mencerminkan efektivitas pengelolaan risiko dan pendampingan nasabah.
Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, mengatakan perseroan terus menjaga kualitas pembiayaan melalui pengelolaan risiko yang disiplin serta pendampingan nasabah secara berkelanjutan.
“Pertumbuhan laba yang kami raih tidak terlepas dari kualitas pembiayaan yang semakin sehat. Hal ini mencerminkan semakin kuatnya disiplin dan kapasitas nasabah dalam menjalankan usaha, sekaligus menunjukkan efektivitas pendekatan pendampingan yang menjadi bagian dari model bisnis BTPN Syariah,” ujar Fachmy dalam keterangan resminya, Jumat (23/10/2026).
Selain mencatatkan laba bersih Rp1,01 triliun, BTPN Syariah membukukan pertumbuhan aset sebesar 8 persen secara tahunan menjadi Rp24 triliun hingga akhir September 2026. Pembiayaan perseroan juga tumbuh 13 persen menjadi Rp11 triliun.
Dari sisi permodalan dan profitabilitas, BTPN Syariah mencatatkan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 59 persen dan Return on Assets (ROA) sebesar 7,3 persen.
BTPN Syariah menyatakan perbaikan kualitas pembiayaan menjadi fondasi untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Perseroan juga terus memperkuat pendampingan bagi masyarakat inklusi, khususnya perempuan produktif di segmen mass market, melalui program peningkatan literasi keuangan dan kapasitas usaha.
Di sisi pengembangan bisnis, perseroan memperluas akses pembiayaan individu melalui produk Tepat Imbang serta memperkuat kerja sama pembiayaan dengan lembaga keuangan nonbank. BTPN Syariah juga menawarkan berbagai produk pendanaan dan investasi syariah, termasuk sukuk ritel pemerintah dan Cash Waqf Linked Deposit (CWLD).
Dengan kualitas pembiayaan yang semakin sehat dan permodalan yang kuat, perseroan optimistis dapat memperkuat ketahanan bisnis sekaligus memperluas pemberdayaan masyarakat.
(Rahmat Fiansyah)





