VIVA – Memasuki masa menopause, perempuan dapat mengalami berbagai perubahan fisik akibat perubahan hormon, mulai dari gangguan tidur dan perubahan suasana hati hingga ketidaknyamanan pada otot dan persendian. Menjaga tubuh tetap aktif menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan kebugaran di tengah perubahan tersebut.
Salah satu aktivitas yang dapat dicoba adalah senam somatik, latihan yang mengutamakan kesadaran tubuh melalui gerakan perlahan, terkontrol, dan disertai pengaturan pernapasan. Berbeda dari olahraga yang berfokus pada intensitas, latihan ini mengajak seseorang lebih memahami postur, koordinasi gerakan, serta ketegangan otot yang dirasakan.
Instruktur senam somatik, Andy Batari Yulianin, menjelaskan bahwa latihan ini tidak semata-mata menekankan banyaknya gerakan yang dilakukan, tetapi juga kemampuan seseorang merasakan dan mengendalikan tubuhnya.
“Senam Somatik adalah latihan yang menggabungkan gerakan tubuh secara perlahan, terkontrol, dan penuh kesadaran. Fokusnya bukan pada seberapa banyak gerakan yang dilakukan, melainkan bagaimana kita merasakan dan mengendalikan tubuh, termasuk memerhatikan postur, pernapasan, serta ketegangan otot,” ujar Andy dalam keterangannya, dikutip Sabtu (24/10/2026).
Berapa Kalori yang Terbakar Saat Senam Somatik?
Bagi orang yang ingin menjaga berat badan, jumlah kalori yang terbakar selama berolahraga kerap menjadi pertimbangan. Namun, senam somatik bukan jenis latihan yang mengutamakan pembakaran kalori.
Andy mengatakan, jumlah kalori yang terbakar bergantung pada durasi latihan, intensitas gerakan, berat badan, dan kondisi fisik masing-masing orang.
“Untuk pembakaran kalori, jumlahnya bergantung pada durasi latihan, intensitas gerakan, berat badan, dan kondisi fisik masing-masing orang. Karena senam Somatik umumnya berintensitas ringan, pembakaran kalorinya relatif lebih rendah dibandingkan olahraga kardio seperti berlari atau bersepeda. Namun, manfaat utamanya bukan sekadar membakar kalori, melainkan meningkatkan kesadaran tubuh, mobilitas, dan relaksasi,” jelasnya.
Jika dilakukan secara rutin, senam somatik dapat membantu meningkatkan kesadaran tubuh, menjaga fleksibilitas, memperbaiki koordinasi gerakan, serta mengurangi ketegangan otot. Latihan ini juga dapat membantu seseorang mengenali kebiasaan postur yang kurang baik dan belajar bergerak dengan lebih nyaman.
Meski demikian, manfaat yang dirasakan setiap orang bisa berbeda. Senam somatik sebaiknya menjadi bagian dari gaya hidup aktif yang juga mencakup olahraga aerobik, latihan kekuatan, dan pola makan seimbang.





