tvOnenews.com - Kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil listrik BYD di Jalan Panglima Polim, kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi perhatian publik.
Kendaraan tersebut menabrak empat mobil dan melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial HS (56) hingga mengalami patah tulang kaki kiri.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 16.48 WIB. Mobil BYD yang dikemudikan pria berinisial S (46) kini telah diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan untuk kepentingan penyelidikan.
- Instagram/dashcam_owners_indonesia
Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi, termasuk tes urine untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan alkohol atau narkoba. Berikut tujuh fakta kecelakaan BYD di Blok M yang diketahui sejauh ini.
1. Mobil BYD Tabrak Kendaraan Secara Beruntun
Kecelakaan bermula ketika mobil BYD yang dikendarai S menabrak Honda Brio bernomor polisi B-2967-NGY yang melaju searah di depannya.
Setelah benturan pertama, mobil BYD oleng ke kiri dan menabrak sepeda motor Honda Beat bernomor polisi A-3867-DD yang dikendarai HS. Pada saat bersamaan, kendaraan tersebut juga menabrak mobil Wuling bernomor polisi B-1835-ERZ.
Mobil BYD kemudian naik ke trotoar dan menghantam dua mobil lain yang sedang terparkir. Rangkaian benturan itu menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan.
2. Pengemudi Ojol Mengalami Patah Tulang Kaki Kiri
- Instagram/dashcam_owners_indonesia
Akibat kecelakaan tersebut, HS mengalami patah tulang pada kaki kiri serta sejumlah luka lecet. Korban kemudian dilarikan ke RS Fatmawati untuk mendapatkan penanganan medis.
Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa, membenarkan adanya korban luka dalam insiden tersebut.
Kondisi korban menjadi salah satu perhatian dalam penanganan perkara, sementara polisi masih mengumpulkan keterangan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
3. Penyebab Kecelakaan Masih Didalami Polisi
Hingga perkembangan informasi yang disampaikan, penyebab mobil BYD menabrak sejumlah kendaraan belum dipastikan.
Kompol Kharisma Arbita Bangsa menyebut dugaan penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan.
Penyidik perlu memeriksa berbagai keterangan dan bukti untuk mengetahui bagaimana rangkaian tabrakan tersebut terjadi. Karena itu, belum ada kesimpulan resmi mengenai faktor yang menyebabkan pengemudi kehilangan kendali.




