Kondisi Eropa Dilanda Gelombang Kerusuhan: Penjarahan-Kebakaran Meluas

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
1/16

Gelombang demonstrasi mengguncang sejumlah kota di Eropa pada Sabtu (24/10/2026) kemarin. Aksi massa di Prancis, Albania, Spanyol, dan Italia diwarnai bentrokan dengan aparat keamanan, penggunaan meriam air, hingga kebakaran di tengah jalan. (REUTERS/Manon Cruz)

2/16

Di Prancis, demonstrasi digelar di Paris, Marseille, dan Lyon sebagai bagian dari protes nasional yang diserukan gerakan Rompi Kuning atau Yellow Vests. (REUTERS/Dylan Martinez)

3/16

Aksi tersebut melibatkan serikat pekerja serta pelajar sekolah menengah dan mahasiswa yang memprotes tingginya biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar. (REUTERS/Lisi Niesner)

4/16

Sementara itu, aksi mahasiswa di Tirana, Albania, juga berujung bentrokan dalam demonstrasi menentang pemerintah. (REUTERS/Florion Goga)

5/16

Aparat mengerahkan meriam air untuk membubarkan massa. (REUTERS/Fatos Bytyci)

6/16

Polisi antihuru-hara turut menahan sejumlah orang. (REUTERS/Florion Goga)

7/16

Sementara kembang api dan kobaran api terlihat di lokasi demonstrasi. (REUTERS/Florion Goga)

8/16

Kombinasi tuntutan mahasiswa, protes anti-pemerintah, tuntutan pemberantasan korupsi, serta krisis biaya hidup dan pendidikan. (REUTERS/Florion Goga)

9/16

Di Barcelona, Spanyol, demonstrasi mahasiswa diwarnai penangkapan demonstran dan pengamanan ketat oleh polisi. (REUTERS/Bruna Casas)

10/16

Sejumlah toko memilih menutup dan memperkuat bagian depan bangunan selama aksi berlangsung sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kericuhan. REUTERS/Bruna Casas

11/16

Sejumlah demonstran melakukan penjarahan toko hingga membakar fasilitas umum di pusat kota. Polisi pun menangkap sebanyak 100 orang terkait kerusuhan tersebut. (REUTERS/Bruna Casas)

12/16

Ketegangan juga terjadi di Italia. Di Bologna, demonstran yang memprotes kenaikan biaya hidup berhadapan dengan polisi antihuru-hara. REUTERS/Michele Lapini

13/16

Di Milan, polisi bentrok dengan demonstran yang melempar batu, memecahkan kaca toko, dan membakar tempat sampah di sekitar Piazza Duomo. Aparat menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa. (REUTERS/Michele Lapini)

14/16

Sementara di Roma, aksi spontan kembali berlangsung dan diwarnai bentrokan serta penggunaan meriam air oleh aparat. (REUTERS/Remo Casilli)

15/16

Demonstrasi juga terlihat di Milan, sepekan setelah aksi sebelumnya berakhir dengan bentrokan dan penjarahan di sejumlah kota di Italia utara. (REUTERS/Remo Casilli)

16/16

Rangkaian aksi tersebut memperlihatkan meningkatnya ketegangan di sejumlah wilayah Eropa, dengan isu biaya hidup, kenaikan harga bahan bakar, dan tuntutan politik menjadi latar belakang demonstrasi. (REUTERS/Yara Nardi)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Penelitian, Ciri-Ciri Psikopat Bisa Dikenali dari Makanannya
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hasil Persib vs Garudayaksa FC 2-1, Maung Bandung Menang Dramatis lewat Adam Alis
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Dukung Penanganan Penyakit Saraf di Indonesia, Mayapada Hospital Gelar Neuro Connect 2026
• 1 jam laludisway.id
thumb
Bandara Riyadh Kembali Dibuka usai Diserang, KBRI Imbau WNI Tetap Waspada
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Mengenal Kalam Salan, Anggota Parlemen Malaysia yang Ngomong Bahasa Jawa saat Protes Karhutla Indonesia
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.