Kemenhub: Tidak Ada Bandara Ditutup karena Karhutla

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan tidak ada penutupan bandara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meski sejumlah operasional penerbangan mengalami penyesuaian karena kondisi cuaca dan gangguan jarak pandang.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan, seluruh bandara tetap beroperasi dengan penyesuaian jadwal penerbangan berdasarkan kondisi cuaca di wilayah terdampak.

Baca Juga :
BNPB Habiskan 14,3 Ton Bahan Semai untuk Tangani Karhutla di Sejumlah Wilayah
Menhut Tegaskan Pemerintah Bertanggung Jawab Tangani Karhutla di Sumsel

"Jadi tidak ada bandara yang ditutup ya. Tidak ada bandara yang ditutup," kata Lukman di Jakarta, dikutip Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan salah satu penyesuaian terjadi di Bandara Pontianak yang sebelumnya melayani penerbangan siang hari, kemudian dialihkan ke malam saat kondisi cuaca lebih mendukung.

"Seperti di Pontianak yang tadinya siang bisa dimanfaatkan untuk penerbangan, akhirnya pindah pada saat cuaca cerah di malam hari. Itu tetap ada penerbangan," ujar dia. 

Lukman menyebutkan sejak 18 hingga 25 Oktober 2026 terdapat 78 bandara terdampak kebakaran hutan dan lahan yang terdiri atas berbagai pengelola bandara nasional.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 bandara berada di bawah Unit Penyelenggara Bandar Udara atau Unit Pelaksana Teknis Daerah, tujuh bandara dikelola Angkasa Pura, dan satu bandara swasta.

Secara keseluruhan sejak 14 Agustus hingga 25 Oktober 2026, sebanyak 3.030 penerbangan terdampak dengan 154 rute mengalami gangguan dan sekitar 1.700 penerbangan dibatalkan.

Dampak terbesar terjadi pada rute menuju Pontianak, Singkawang, Palangkaraya, dan Pangkalan Bun. Sedangkan penerbangan perintis terdampak 617 penerbangan di Papua, Kalimantan, serta Maluku.

Lebih lanjut Lukman mengatakan pemerintah telah memberikan izin operasional terhadap pesawat yang digunakan untuk mendukung penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan.

Kementerian Perhubungan telah menerbitkan seluruh izin yang diperlukan untuk penggunaan 42 unit pesawat helikopter dalam mendukung kegiatan penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Ia mengatakan wilayah Papua yang sebelumnya terdampak pada 12 bandara kini berkurang menjadi tujuh bandara terdampak karena kondisi cuaca mulai membaik dan aktivitas penerbangan kembali lebih lancar.

"Yang jelas kalau area-area yang saat ini kan mulai berkurang kayak Papua yang tadinya 12 bandara sekarang tinggal 7 gitu kan. Makin berkurang (bandara terdampak) sih, benar-benar musim hujan juga sudah bisa ada dan penerbangan bisa lebih lancar," katanya menjelaskan. 

Baca Juga :
Kalteng Paling Parah! 3.392 Hektare Lahan di Kalimantan Masih Terdampak Karhutla
Mitigasi Dampak Polusi hingga Asap Karhutla, BMKG Gelar Pemantauan Kualitas Udara
Kualitas Udara Palangka Raya Masih Berbahaya, Disdik Perpanjang PJJ hingga 28 Oktober

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Timbang Ulang Ekspor Listrik ke Tetangga, Ini Alasannya
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
HUT ke-4, Light Worker Nusantara Perkuat Aksi Sosial dan Konservasi Alam
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Sampai Geleng-geleng Kepala, Pelatih dan Pemain Persik Kompak Sebut Kekalahan dari Persija Akibat Buruknya Kondisi Lapangan
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Prakiraan Cuaca Hari Ini 27 Oktober, Hujan Ringan di Mayoritas Wilayah RI
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Yusril Ditanya Prabowo soal Apakah UNCAC Hanya Atur Suap: Saya Jawab Tidak
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.