tvOnenews.com - Duka cita yang mendalam turut disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia (Menpora) Erick Thohir atas meninggalnya atlet selam asal Kabupaten Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja.
Syabilla diketahui meninggal dunia saat mengikuti pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 di perairan Awann Costa, Semarang, Minggu (25/10/2026).
Atlet berusia 22 tahun yang juga merupakan mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut meninggal dunia setelah mengalami insiden ketika mengikuti perlombaan selam laut nomor open water finswimming sejauh 3.000 meter.
- Tim tvOne - Tim tvOne
Atas kejadian itu, Menpora Erick thohir pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Selain itu Erick Thohir juga memberikan penghormatan atas dedikasi dan prestasi Syabilla yang telah mengharumkan nama daerahnya melalui olahraga.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian Syabilla Rizkia Putri Raharja. Kita kehilangan seorang atlet muda berbakat yang memiliki masa depan dan semangat besar untuk berprestasi. Saya turut berduka bersama keluarga yang telah mendampingi dan mendukung perjuangannya selama ini. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan," ujar Menpora Erick.
Menpora Erick menegaskan bahwa kepergian Syabilla harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional, khususnya dalam memastikan keselamatan dan perlindungan atlet di setiap penyelenggaraan pertandingan.
"Setiap atlet yang turun bertanding membawa mimpi, harapan keluarga, dan kebanggaan daerahnya. Mereka telah berlatih keras untuk meraih prestasi. Karena itu, kita memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan mereka bertanding dalam lingkungan yang aman. Tidak ada kemenangan yang lebih berharga daripada nyawa seorang atlet," tegas Menpora Erick.
Ia juga mengapresiasi langkah PB Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (PB POSSI) yang telah membentuk tim investigasi untuk mendalami insiden meninggalnya Syabilla.
Menurut Erick Thohir, inisiatif tersebut merupakan salah satu bentuk tanggung jawab federasi untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian, khususnya dari aspek teknis penyelenggaraan pertandingan dan penerapan prosedur keselamatan.
- Dok. Kemenpora
"Saya mengapresiasi langkah cepat PB POSSI membentuk tim investigasi. Saya berharap tim ini dapat bekerja secara objektif, transparan, dan menyeluruh untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, termasuk mengevaluasi apakah seluruh prosedur keselamatan sudah dijalankan dengan baik. Yang terpenting, hasil investigasi harus ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan yang konkret agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Menpora Erick.




