Permainan Tradisional yang Tak Pernah Mati

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

”Seperti melihat saya waktu kecil,” gumam Yuni (48), warga Bojong Gede yang tidak sengaja menyaksikan perlombaan permainan tradisional yang digelar di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Senyumnya merekah saat melihat anak-anak SD saling beradu cepat menggunakan egrang. Permainan sederhana yang sudah jarang Yuni lihat hari ini.

Permainan tradisional itu dilombakan pada Selasa (27/10/2026). Lomba tingkat provinsi ini mempertemukan 648 peserta dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Adapun permainan tradisional yang dilombakan yakni terompah panjang, dagongan, egrang, hadang, dan sumpit.

Dari beberapa permainan tradisional itu, Yuni hanya pernah bermain tiga permainan, yakni egrang, hadang, dan terompah panjang. Saat ia masih kecil, permainan itu acap dijumpai di lapangan-lapangan kampung. 

”Biasanya musiman, kalau menjelang 17 Agustusan atau hari libur panjang, itu sering main egrang dan terompah panjang. Dulu, gak semua punya, tapi kami ganti-gantian meminjam. Kalau yang paling sering dulu, ya, hadang. Karena mudah dan tidak perlu alat,” tutur Yuni.

Tak hanya Yuni yang bernostalgia melihat permainan tradisional kembali dimainkan, Edwin (55) pun merasakan hal serupa. Guru olahraga di SDN 050 Cibiru, Bandung, ini seakan kembali ke masa lampau kala melihat anak-anak memainkan permainan-permainan tradisional. 

”Dulu bukan cuma main hadang, ada permainan gatrik sama boi-boian. Itu kalau sudah main, bisa sampai maghrib. Biasanya ada orangtua yang nyariin buat dipanggil ngaji,” kenang Edwin saat menceritakan masa kecilnya.

Sorak-sorai penonton mendukung para siswa SD saat berlomba. 

(KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN)

Beradu kecepatan dalam permainan egrang. 

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Pelatih memberikan arahan. 

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Karena itulah, ia mengajukan diri untuk melatih permainan tradisional kepada para siswanya saat resmi menjadi perlombaan. Edwin melatih permainan dagongan, yakni permainan saling mendorong sebatang bambu. Walaupun terdengar sederhana, nyatanya permainan ini membutuhkan fisik yang prima.

Ini menjadi tahun pertama Edwin membawa anak didiknya melaju ke tingkat provinsi. Untuk sampai ke tahap ini, Edwin dan enam anak siswanya melakukan persiapan sekitar tiga minggu. Latihan fisik sudah menjadi kewajiban setiap hari, kecuali hari libur.

”Ini, kan, ada batas maksimal berat badan 45 kilogram per anak yang boleh ikut permainan. Ada beberapa anak yang lebih dari batas maksimum, jadi kita harus menurunkan berat badan, dan itu berat,” katanya.

Walau demikian, mereka tetap antusias berlatih agar bisa tampil maksimal di tingkat provinsi. Antusiasme ini membuat Edwin optimistis bahwa permainan anak-anak bisa kembali populer. Menurut dia, saat ini sudah jarang anak-anak yang bermain permainan tradisional. Karena itu, adanya perlombaan ini bisa menjadi perkenalan anak-anak dengan permainan tradisional.

Anindita (12) adalah salah satu siswa SD yang baru tahu adanya permainan tradisional terompah panjang di sekolah. Sebelumnya, ia tidak pernah mengenal permainan itu. Sebab, tidak ada lagi anak-anak di kampungnya yang bermain terompah panjang di lapangan. Anin yang tertarik dengan permainan itu, kini, membawanya menjadi perwakilan SDN 2 Sidaharja, Pamarican, Ciamis, di tingkat provinsi.

Bersama ketiga temannya, Anindita berhasil melaju ke babak final pada hari itu. Final itu menjadi yang kedua kalinya yang ia rasakan. Pada tahun sebelumnya, Anindita dan teman-temannya meraih juara kedua tingkat provinsi. 

”Harapannya, sih, bisa juara. Tahun ini terakhir karena sudah kelas VI SD,” ucap Anindita.

Keceriaan anak-anak dan rasa kompetitif yang diperlihatkan membawa rasa optimis bahwa permainan tradisional bisa kembali populer di kalangan anak-anak. Selain mengasah fisik, mental, dan sosial, memainkan permainan tradisional sama dengan menjaga tradisi leluhur agar terus hidup di tengah arus perkembangan zaman.

Baca JugaMelihat Arah Mode Indonesia lewat Fotografi
Baca JugaMerawat Asa Mengembalikan Kukang ke Rimba

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal SIM Keliling di Bandung Hari Ini 28 Oktober, Cek Persyaratannya
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Jelang GIIAS Makassar, MG Kenalkan Produk Andalan
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Ajukan PKPU, Kreditur Sony Terima Pembayaran dari PT Adhi Persada Gedung
• 21 jam lalucumicumi.com
thumb
10 Tersangka Laboratorium Sabu Blue Ice 1,2 Ton di Aceh Dibawa Bareskrim
• 5 jam laluokezone.com
thumb
[FULL] Dirreskrimum Polda Jawa Timur Ceritakan Kronologi Lengkap Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.