JAKARTA, DISWAY.ID-- PT Pertamina Patra Niaga terus mengintensifkan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan mengoptimalkan pelayanan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Upaya ini dilakukan melalui percepatan distribusi, penambahan armada mobil tangki, penguatan operasional terminal dan SPBU, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
BACA JUGA:Peugeot Django Evo 125 Meluncur di Indonesia, Tawarkan Gaya Modern Khas Eropa di Harga Rp71 Jutaan
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa pemantauan stok dan penyaluran BBM terus dilakukan secara berkala, disertai prioritas pengiriman ke SPBU yang membutuhkan percepatan pasokan.
“Pertamina Patra Niaga terus mengintensifkan penyaluran BBM melalui penguatan pasokan, optimalisasi armada, dan pengaturan distribusi sesuai kebutuhan di lapangan. Koordinasi antara terminal BBM, mobil tangki, dan SPBU juga terus diperkuat agar pasokan dapat segera diterima dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga,” ujar Kitty.
BACA JUGA:Peringati Sumpah Pemuda, Pemerintah Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan
Berdasarkan pemantauan operasional selasa (27/10), kondisi antrean di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara telah kembali terkendali.
Sementara itu, antrean di Lampung dan Gorontalo terus menunjukkan tren penurunan. Pertamina Patra Niaga tetap mengintensifkan pemantauan dan langkah penanganan untuk menjaga kelancaran distribusi serta pelayanan BBM kepada masyarakat.
Penguatan distribusi dilakukan melalui penambahan armada dan optimalisasi operasional terminal. Di Jawa Timur, Pertamina Patra Niaga menambah 41 mobil tangki melalui skema spot charter dengan kapasitas total 1.184 kiloliter (KL), mengoperasikan sejumlah terminal selama 24 jam, serta mengoptimalkan layanan di 17 SPBU yang beroperasi 24 jam.
BACA JUGA:Erick Thohir soal Kematian Atlet Selam Syabilla Rizkia: Tak Ada Kemenangan Lebih Berharga dari Nyawa
Di Sulawesi Utara, ditambahkan 11 mobil tangki melalui skema spot charter dengan kapasitas 200 KL, sementara operasional Integrated Terminal (IT) Bitung diperpanjang menjadi 24 jam.
Adapun di Lampung, penguatan distribusi dilakukan melalui penambahan 20 mobil tangki dengan kapasitas 320 KL serta pengalihan pasokan dari IT Palembang sebesar 120 KL.
Secara nasional, Pertamina Patra Niaga memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang menjadi perhatian, mengalihkan pasokan dari terminal penyangga apabila diperlukan, serta mengatur jadwal mobil tangki berdasarkan kebutuhan dan kondisi wilayah.
Pemantauan dilakukan hingga BBM diterima dan dibongkar di SPBU guna memastikan proses distribusi berjalan optimal.
BACA JUGA:Awas! Demo Mahasiswa di Bundaran HI Mulai Pukul 14.00 WIB, Ini Daftar Jalan yang Perlu Dihindari
- 1
- 2
- »





