Cerita Gading Marten dan Imam Darto Berbagi Kisah Fotografi sebagai Arsip Kenangan

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Sesi talkshow Gading Marten dan Imam Darto acara perayaan 30 tahun Ricoh GR Series di Jakarta, baru-baru ini. (Sumber: KompasTV/Bunga Hurun Ashari)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Fotografi tidak hanya menjadi sarana untuk menghasilkan gambar, tetapi juga cara mengabadikan kenangan dan merekam perjalanan hidup. Hal ini dirasakan oleh dua pesohor Indonesia, Gading Marten dan Imam Darto. Keduanya pun berbagi cerita tentang fotografi.

Bagi Gading Marten, ia mengaku semakin tertarik pada dunia fotografi sejak kelahiran putrinya, Gempi. 
Dalam perbincangan pada acara perayaan 30 tahun Ricoh GR Series di Jakarta, baru-baru ini, Gading mengungkapkan keinginannya untuk mendokumentasikan setiap momen pertumbuhan Gempi.

Pengalaman kehilangan foto-foto masa kecilnya membuat putra dari Roy Marten itu ingin memastikan putrinya memiliki arsip kenangan yang dapat dilihat kembali di kemudian hari. 

Baca Juga: Kementerian Komdigi Bicara soal Kegiatan Fotografi di Ruang Publik: Foto Wajah Termasuk Data Pribadi

“Gue pingin Gempi setiap momennya dia tuh nggak kehilangan, artinya dia punya arsip,” ujar Gading. 

Baginya, fotografi kini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Ia terbiasa membawa kamera dan memotret ketika menemukan suasana atau pencahayaan yang menarik. Seiring waktu, ia juga semakin selektif dalam menentukan objek yang ingin diabadikan. 

Ketertarikan terhadap fotografi juga dimiliki Imam Darto. Pengalamannya sebagai sutradara membuatnya banyak belajar tentang visual melalui diskusi dengan sinematografer hingga proses produksi film. 

Street Photography

Dalam kesempatan diskusi ringan itu, Gading Marten dan Imam Darto turut membahas street photography atau fotografi jalanan, yakni aktivitas memotret kehidupan sehari-hari di ruang publik. 

Baca Juga: Pameran Fotografi “80 Tahun Keberagaman” Hadir di Museum Nasional

Menurut Gading, suasana dan kebiasaan masyarakat turut memengaruhi pengalaman seseorang dalam menangkap momen di jalan. Dari sisi teknis, Gading mengaku lebih menyukai kamera berukuran ringkas yang mudah dibawa, terutama saat bepergian bersama keluarga. Ia juga memiliki ketertarikan pada fotografi hitam-putih dan kerap mengubah foto berwarna menjadi monokrom. 

Kisah Gading Marten dan Imam Darto memperlihatkan bahwa fotografi tidak selalu harus dimulai dari penguasaan teknik yang rumit atau penggunaan peralatan tertentu. Kepekaan dalam melihat momen, keberanian untuk mulai memotret, serta keinginan untuk menyimpan kenangan dapat menjadi langkah awal dalam mengenal dunia fotografi.

Penulis: Bunga Hurun Ashari, jurnalis KompasTV

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Redaksi Kompas TV Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • gading marten
  • imam darto
  • fotografi
  • arsip kenangan
  • ricoh
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Munas IOF, Ketua Pangda Sulsel ARA Dukung Kapolri Suyudi Jadi Ketum
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Bursa Indodax Diserang Hacker, CEO Jelaskan Kondisi Dana Nasabah
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Dinilai Terbaik, Nusron Menteri Berkinerja Terburuk
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Email John Herdman Mengubah Hidup Mitchell Baker hingga Berseragam Timnas Indonesia
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Kapolri Suyudi Bikin Gebrakan untuk Bantu Pengangguran: Kita akan...
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.