jpnn.com, BEKASI - Jasa Raharja menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia dalam kecelakaan truk molen yang terjadi di Bekasi Timur, pada 1 November. Kedua korban tersebut yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Penyerahan santunan dilakukan oleh Direktur Operasional Jasa Raharja, Ariyandi, didampingi Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Joko Sembodo¸di kediaman ahli waris di wilayah Sepanjang Jaya, Kec. Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/11).
BACA JUGA: Detik-Detik Kecelakaan Maut Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, 6 Orang Tewas
Seluruh korban kecelakaan tersebut terjamin berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.
Untuk korban meninggal dunia berhak atas santunan sebesar Rp50 juta yang diserahkan kepada ahli waris yang sah. Sementara korban luka-luka, telah diberikan jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit tempat korban dirawat.
BACA JUGA: Kecelakaan Truk di Bekasi, Korban Luka dan Meninggal Menerima Jaminan Jasa Raharja
Sementara Dul Alim, selaku ahli waris korban yang menerima santunan, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan Jasa Raharja kepada keluarganya di tengah masa duka.
“Di tengah kehilangan yang kami rasakan, perhatian dan bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Kami berterima kasih kepada Jasa Raharja dan jajaran Polres Metro Bekasi Kota yang telah membantu proses penyerahan santunan sehingga hak keluarga dapat diterima. Karena dukungan ini dapat sedikit meringankan beban kami dalam menghadapi masa sulit ini,” ijar Dul Alim.
BACA JUGA: Korlantas Dorong Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas yang Cepat & Profesional
Dalam kesempatan itu, Direktur Operasional Jasa Raharja, Ariyandi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Dia menyebut penyerahan santunan merupakan bagian dari komitmen Jasa Raharja sebagai bagian dari ekosistem Danantara, untuk memastikan hak perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas dapat diterima oleh ahli waris.
“Kami memahami bahwa santunan ini tidak dapat menggantikan kehilangan yang dirasakan keluarga. Namun, kami berharap santunan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” ungkap Ariyandi.
Dia juga mengapresiasi dukungan dan koordinasi jajaran kepolisian, rumah sakit, dan pemangku kepentingan lain dalam penanganan kecelakaan tersebut, sehingga proses penyerahan santunan dapat dilakukan secara cepat.
“merupakan bagian bentuk kehadiran negara melalui peran Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan,” ujar Ariyandi. (cuy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Operasi Patuh Musi 2026 Dimulai, Polda Sumsel Perkuat Sinergi Tekan Angka Kecelakaan
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan




