jpnn.com, DEPOK - Sukarelawan yang terlibat dalam kegiatan pembersihan bantaran Sungai Ciliwung, Depok, mengumpulkan lebih dari 361 kilogram sampah.
Jenis sampah yang ditemukan antara lain tekstil, stirofoam, karet, dan berbagai kategori plastik.
BACA JUGA: PKB Salurkan Bantuan Untuk Sukarelawan Damkar yang Gugur Saat Padamkan Api
Kegiatan bertajuk River Clean-Up tersebut melibatkan karyawan dan tenaga pemasar PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) serta komunitas Langit Biru Pertiwi dan Yayasan Ciliwung Lestari.
Sampah yang dikumpulkan kemudian dipilah dan ditimbang untuk dikelola lebih lanjut.
BACA JUGA: Pendiri CAN Borneo Buka-bukaan soal Pertemuan Sukarelawan dengan Menteri Kehutanan
Aksi bersih sungai itu juga disertai edukasi pengelolaan sampah, kesehatan, dan literasi keuangan kepada 50 siswa SMP Negeri 34 Depok.
Sesi edukasi lingkungan turut melibatkan Veritas Edukasi Lingkungan (VEL).
BACA JUGA: Hutama Karya Sulap Sampah Plastik dan Minyak Jelantah Jadi Rupiah
Pendiri VEL Benedict Wermter menilai kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah perlu diikuti perubahan kebiasaan sehari-hari.
“Perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, dan mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Benedict, Senin (2/11).
Persoalan pencemaran Ciliwung masih menjadi tantangan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup per Agustus 2025, limbah domestik menyumbang 87,09 persen sumber pencemar sungai tersebut.
Kontribusi lainnya berasal dari limbah peternakan 4,91 persen, sampah 4,58 persen, limbah industri 3,37 persen, dan pertanian 0,05 persen.
Sampah yang menumpuk di aliran sungai dapat menghambat arus air dan meningkatkan risiko banjir.
Kondisi lingkungan yang tercemar juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga di sekitar sungai.
Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mengaitkan kepedulian lingkungan dengan peningkatan kesadaran kesehatan dan literasi keuangan.
“Lingkungan yang sehat merupakan salah satu fondasi bagi masyarakat yang sehat dan berdaya,” kata Karin.
Menurut dia, kolaborasi dengan komunitas dan pelajar diharapkan dapat mendorong kebiasaan hidup bersih sekaligus membantu generasi muda memahami pentingnya persiapan menghadapi risiko keuangan. (esy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... PDIP Bakal Gelar Pekan Peduli Sampah Nasional, Gerakan Dipusatkan di Jakarta
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad




