Masuki Awal Musim Hujan, BPBD Cilacap Catat 10 Kejadian Bencana di 9 Kecamatan

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Cilacap: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Imbauan ini dikeluarkan seiring masuknya awal musim hujan dan meningkatnya insiden cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, mengungkapkan bahwa sejumlah bencana hidrometeorologi telah melanda wilayahnya pada akhir pekan lalu. Bencana tersebut meliputi banjir akibat luapan sungai, pergerakan tanah, hingga terjangan angin kencang.

“Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Cilacap, tercatat sedikitnya 10 kejadian bencana. Rinciannya, empat kejadian banjir, tiga pergerakan tanah, dan tiga angin kencang. Bencana tersebut tersebar di 10 desa yang berada di sembilan kecamatan,” jelas Taryo di Cilacap, Selasa, 3 November 2026.

Baca Juga :

Kuningan Masuk Pancaroba, Cuaca Ekstrem Rusak Rumah Warga
Taryo membeberkan, insiden banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan di hulu maupun di wilayah terdampak, yang diperparah oleh adanya hambatan aliran air. Sebagai langkah penanggulangan, BPBD bersama instansi terkait tengah mengebut pembersihan tumpukan sampah dan material penghambat di sungai. Salah satu fokus normalisasi adalah pembersihan gulma eceng gondok di aliran Sungai Silunjar, Desa Sikampuh, Kecamatan Kroya.

Memasuki masa peralihan musim ini, BPBD secara khusus meminta warga yang bermukim di dataran tinggi dan lereng perbukitan untuk rutin mengecek kondisi tanah.

"Jika ditemukan adanya rekahan-rekahan tanah, penting untuk segera ditutup dan memadatkannya secara gotong royong sebagai upaya pencegahan awal," imbaunya.


Ilustrasi - Seorang warga membawa payung saat melintas di Kawasan Senayan, Jakarta. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj/pri.

Selain itu, warga juga didorong untuk rutin membersihkan saluran air, selokan, dan drainase agar tidak memicu genangan saat hujan deras turun. Pemangkasan dahan dan penebangan pohon rapuh di sekitar permukiman maupun tepi jalan juga dinilai krusial untuk mencegah pohon tumbang tersapu angin kencang.

Menurut Taryo, rentetan bencana hidrometeorologi yang terjadi belakangan ini harus menjadi alarm pengingat bagi semua pihak. Kesiapsiagaan dan mitigasi mandiri yang dilakukan masyarakat sejak dini diharapkan mampu menekan potensi risiko dan kerugian selama musim penghujan berlangsung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Qlola by BRI Bukukan Volume Transaksi Rp 12.046 Triliun per September 2026
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Saham TRUE dan SWAT Masuk Papan FCA, Kinerja Keuangan Jadi Sorotan
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Update Gempa Hari Ini M4,2 Guncang Ruteng NTT, Getaran Terasa hingga Manggarai
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Pesparani jadi Wadah Persaudaraan Umat Katolik
• 17 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo Terbongkar, Tersangka Terancam Hukuman Berlapis
• 4 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.