Pemilu Sela AS: Hanya 25 Persen Warga Setujui Penanganan Ekonomi Trump

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam acara makan malam di klub Mar-a-Lago miliknya, Jumat (16/10/2026), di Palm Beach, Florida, AS. (Sumber: AP Photo/Mark Schiefelbein)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Harga kebutuhan sehari-hari yang membebani warga Amerika Serikat menjadi ujian bagi Presiden Donald Trump dalam pemilu sela, Selasa (3/11/2026). 

Di tengah perebutan kendali Kongres, hanya 25 persen orang dewasa AS menyetujui cara Trump menangani perekonomian, menurut survei Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research.

Mengutip Associated Press (AP), kekecewaan terhadap biaya hidup dan kemarahan atas perang dengan Iran yang tidak populer menjadi tantangan bagi Partai Republik untuk mempertahankan mayoritas di DPR AS atau House of Representatives dan Senat.

Baca Juga: Trump Indikasikan AS Serang Iran, Teheran Klaim Militernya Lebih Kuat | SAPA MALAM

Demokrat berharap ketidakpuasan terhadap kegagalan Trump memenuhi janji mengatasi kenaikan biaya hidup, dapat menggerakkan pendukung mereka mendatangi tempat pemungutan suara, sekaligus menekan partisipasi pemilih Republik.

Keluhan itu disampaikan James Moore, pustakawan berusia 57 tahun di Raleigh, North Carolina. Ia mengatakan memilih Demokrat untuk menentang undang-undang Trump yang memuat pemotongan pajak besar-besaran dan pengurangan belanja pemerintah.

“Saya membayar pajak lebih besar. Saya membayar lebih mahal untuk layanan kesehatan. Saya membayar lebih mahal untuk semuanya,” kata Moore, dikutip dari AP.

Baca Juga: [FULL] Sorot MSCI-Goreng Saham, Hashim Djojohadikusumo: Dolar Bisa Rp22.000 | BUSINESS TALK

“Kita membutuhkan lebih banyak wakil di Kongres yang berani melawan Trump,” ucapnya. 

Di tengah keluhan tersebut, Trump menyampaikan penilaian berbeda. Dalam wawancara dengan Fox News Channel pada Selasa, ia menyatakan “semuanya berjalan baik” dan “inflasi sudah teratasi”.

Namun, menurut laporan Departemen Perdagangan AS, harga konsumen pada September naik 3,6 persen dibandingkan setahun sebelumnya. Angka tersebut meningkat dari 3,4 persen pada Agustus.

Kenaikan harga menjadi beban bagi warga ketika membeli bahan bakar dan kebutuhan pangan. Survei AP-NORC menunjukkan mayoritas menyalahkan Trump atas tingginya harga.

Baca Juga: AS Tambah 9.000 Pasukan Timur Tengah, Trump AS: Perang AS-Iran Berakhir Usai Pemilu Sela | SAPA PAGI

Persetujuan terhadap penanganan ekonomi Trump yang sebesar 25 persen juga lebih rendah dibandingkan persetujuan terhadap kinerjanya sebagai presiden secara keseluruhan, yakni 35 persen.

Sekitar tujuh dari 10 orang dewasa AS menilai negara mereka bergerak ke arah yang salah.

“Rakyat Amerika marah. Mereka menginginkan perubahan,” kata anggota House Suzan DelBene, Ketua Komite Kampanye Kongres Demokrat.

Di sisi lain, dukungan terhadap Trump masih kuat di kalangan sebagian pemilih. Mark Barker, warga Palm Beach Gardens, Florida, mengatakan presiden menjadi pertimbangan utamanya ketika memberikan suara.

Baca Juga: Jokowi Bakal Hadiri Sidang Roy & Tifa Kasus Ijazah! Bagaimana Kesiapan PN Jaktim & Polisi

“Menurut saya, dia melakukan pekerjaan yang luar biasa,” kata Barker.

Republik menghadapi pertarungan ketat untuk mempertahankan kendali atas kedua kamar Kongres. Menurut laporan AP, Demokrat membutuhkan tambahan bersih tiga kursi untuk merebut mayoritas di House yang beranggotakan 435 orang.

Sementara itu, di Senat yang memiliki 100 anggota, Demokrat membutuhkan tambahan bersih empat kursi. Sebagian besar persaingan paling kompetitif berlangsung di negara bagian yang secara historis menjadi basis Republik.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber : AP

Tag
  • pemilu sela as
  • pemilu amerika serikat
  • donald trump
  • harga kebutuhan warga as
  • biaya hidup warga amerika
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenhub Tingkatkan Kompetensi 143 Pemeriksa Kapal untuk Pastikan Keselamatan Pelayaran saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Ekonom: Peningkatan PMI bukti daya saing industri Indonesia menguat
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Polri Tetapkan 3 Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden, Jenderal LSP Salah Satunya
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
3 Jenderal Polri Terseret Kasus Penyadapan, Irwasum: Murni Perbuatan Oknum
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Nenek Penjual Rujak Cingur di Surabaya Dirampok, 2 Kalung Emas  Raib
• 17 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.