Harga Cabai Merah Keriting di Jakarta Melonjak

metrotvnews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Harga kebutuhan bahan pokok dan komoditas pertanian di sejumlah pasar tradisional di Jakarta dan Surabaya terpantau fluktuatif pada pekan ini. Lonjakan harga paling signifikan terjadi pada komoditas cabai merah keriting dan sayur-mayur.

Di Pasar Patra, Jakarta Barat, lonjakan harga cabai merah keriting membuat para pedagang kewalahan. Dalam satu hari, harga komoditas ini meroket dari Rp60.000 menjadi Rp80.000 per kilogram. Kenaikan drastis ini diiringi pula dengan langkanya pasokan tepung ketan di pasaran, yang harganya ikut naik sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000.

Ibu Tarmi, salah satu pedagang di Pasar Patra yang juga memiliki usaha warung kopi dan gorengan, mengungkapkan keputusasaannya menghadapi situasi ini. Menurutnya, lonjakan harga modal dagang tidak diimbangi dengan jumlah pembeli.
 

Baca Juga :

Harga Cabai Jadi Penyumbang Inflasi Oktober 2026

"Pasar itu sepinya luar biasa, sudah sekitar tiga bulanan ini sepi sekali. Pendapatan kadang tidak menutup kebutuhan sehari-hari. Bahkan hampir tiap hari saya nombok, karena uang hasil jualan tidak cukup untuk modal belanja keesokan harinya akibat harga yang terus naik," keluh Tarmi, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Rabu 4 November 2026. 

Sementara harga beberapa komoditas lain di Jakarta terpantau cukup stabil. Cabai rawit merah bertahan di kisaran Rp70.000 hingga Rp75.000, bawang merah di angka Rp35.000 hingga Rp40.000, dan telur ayam di kisaran Rp26.000 per kilogram.

Kondisi Serupa di Surabaya

Pemandangan serupa juga terjadi di Pasar Soponyono, Kota Surabaya, Jawa Timur. Berdasarkan pantauan langsung dan data Sistem Informasi Harga Kebutuhan Pokok milik Pemprov Jatim, mayoritas komoditas sayur-mayur dan pertanian di wilayah ini mengalami lonjakan harga hingga rata-rata 15 persen. Kenaikan ini mendera sejumlah sayuran seperti tomat buah, sawi daging, sawi putih, buncis, dan mentimun.

Shinta, pedagang sayur di Pasar Soponyono, mengakui bahwa kenaikan harga komoditas sayuran ini membuat barang dagangannya menjadi sangat sulit terjual.

"Jualnya sekarang sulit sekali, soalnya semua kebutuhan serba mahal. Harapannya pemerintah bisa segera menurunkan harga, biar pedagang dan pembeli sama-sama senang dan lancar jual-belinya," harap Shinta.

Meski demikian, tidak semua harga komoditas merangkak naik. Warga Surabaya masih bisa sedikit bernapas lega karena harga telur ayam justru mengalami penurunan dari Rp25.000 menjadi Rp22.000 hingga Rp23.000 per kilogram. Selain itu, harga kebutuhan pokok esensial seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir masih terpantau stabil dan sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SBY Prihatin dengan Kondisi Politik Nasional, Lalu Sampaikan Permintaan kepada Prabowo
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Truk tak Laik Jalan, Keselamatan Dipertaruhkan
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tragedi Maut Truk Molen Bekasi, Dua Anak Korban Selamat Masih Trauma dan Terus Mencari Ibu
• 7 jam laludisway.id
thumb
Perkuat Komitmen Anti-Korupsi, BGN Rekrut 2 Pejabat KPK
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Yusril Ungkap Mantan Presiden Juga Bisa Diperiksa dalam Kasus Penyadapan Prabowo Jika Terlibat
• 3 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.