Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mengatakan Dewan Pakar DPD RI Awards memiliki integritas yang tinggi. Sultan menekankan proses seleksi DPD RI Awards dilakukan tanpa adanya intervensi.
"Jadi gini, ini one thing for sure ya. Jadi ini satu hal yang pasti. Jadi DPD Award pertama, itu bisa di cek, saya sebagai ketua dan pimpinan tidak bisa melakukan intervensi apapun. Itu satu hal yang saya pegang teguh karena saya belajar banyak bagaimana menjadi orang yang independen, bebas nilai, objektif, tanpa intervensi, tanpa memanfaatkan posisi untuk kepentingan kita," kata Sultan dalam program detikPagi, Kamis (29/10/2026).
Adapun Dewan Pakar DPD RI Awards adalah Dewan Pakar Menteri Kebudayaan RI Prof (Hon) Dr. H. Fadli Zon, SS, M.Sc, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr. Dede Yusuf Macan Effendi, S.T., M.I.Pol, Anggota DPD RI Dr. Agustin Teras Narang, S.H, dan Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc. Sultan mengatakan para Dewan Pakar tersebut mempunyai reputasi yang tinggi.
"Pun sama sekarang. Tiap hari banyak yang lapor, Pak begini... saya bilang 'No. Pastikan juri-juri adalah orang-orang yang memang apa namanya, punya integritas tinggi, punya reputasi, punya kebebasan, punya basic keilmuan yang mumpuni'. Sehingga nominator, kemudian yang nantinya akan dipilih itu betul-betul memang sosok-sosok yang tidak diragukan lagi nilainya," tutur dia.
Sultan menyebut Dewan Pakar DPD RI Awards ini dipilih berdasarkan keahlian di bidang pangan, seni budaya hingga bidang penelitian. Mereka memiliki kapasitas dan telah memiliki rekam jejak yang panjang.
"Jadi, dan saya percaya sekali sama itu ya. Kalau saya nggak salah saya dilapori, beberapa dewan juri seperti Kepala BRIN, Profesor Satria, lalu kemudian ada Pak Menteri Kebudayaan Pak Fadli Zon. Lalu kemudian ada juga Anggota DPR RI Pak Dede Yusuf, yang memang concern kepada seni budaya di situ," jelasnya.
"Lalu banyak dari internal kami juga ada sosok-sosok yang memang dianggap tokoh yang sudah punya jam terbang tinggi, record yang juga tidak kalah ya seperti Prof. Dr. Teras Narang, mantan Anggota DPR RI, beliau mantan Gubernur, dan beberapa nama lain yang memang kami bisa pastikan bahwa beliau-beliau punya reputasi, punya integritas, punya kapasitas dan kami-kami tidak boleh melakukan intervensi sedikitpun. Itu pasti itu, pasti," imbuhnya.
Sultan memastikan tidak ada intervensi dalam DPD RI Awards ini. Sultan meminta agar kandidat DPD Awards benar-benar memiliki karya dan menjadi penggerak di daerah.
"Ini true story ya. Saya baru, baru beberapa minggu lalu. Saya ditelepon, saya ditemui oleh seseorang lah, 'Pak, ada pesan khusus nggak terhadap nama-nama ini?'. Enggak ada, enggak ada. Saya pastikan nggak ada. Nah, saya nggak tahu, saya nggak tahu kenapa sampai seperti itu. Nah mungkin dalam bacaan saya, jangan-jangan award-award yang lain biasanya ada titipan," kata Sultan.
Sultan mengatakan DPD RI Awards memiliki standar yang tinggi dalam penjurian. Dia menyebut nama yang nantinya akan menjadi penerima DPD RI Awards dalam 4 kategori adalah mereka yang terbaik.
"Saya bilang enggak, saya pastikan kalau di tangan saya enggak ada. Enggak ada titipan, saya betul-betul fair play, objektif, silakan saya bilang standarnya sudah kita buat. Jadi silakan itu betul-betul suguhkan yang terbaik, bahwa nanti pada saatnya nanti dewan juri kemudian berembuk, ya yang terbaik itu yang pasti kita akan terima," jelas dia.
(lir/knv)





