Jakarta, VIVA - Aksi demonstrasi yang menuntut Ruben Onsu diboikot dari layar kaca justru mendapat respons tak terduga dari sang presenter. Di tengah desakan agar dirinya tak lagi diberi ruang tampil di televisi, Ruben memilih menanggapi dengan sindiran. Ia bahkan menyinggung persoalan pemerintahan yang dinilainya masih lebih penting untuk menjadi perhatian publik.
Alih-alih menunjukkan kemarahan atau memberikan klarifikasi panjang, Ruben tampak merespons aksi tersebut dengan santai melalui media sosial. Ia juga mempertanyakan pihak yang diduga berada di balik demonstrasi hingga menyoroti penampilan para peserta aksi yang kompak mengenakan seragam tertentu.
Melalui unggahan Instagram pribadinya, Ruben seolah menyiratkan bahwa aksi tersebut bukan sekadar demonstrasi spontan. Ia bahkan melontarkan komentar mengenai kemungkinan adanya pihak yang menggerakkan aksi tersebut.
"Tenang de, gak usah ngomong kt udh tahu kok dalang nya ??? seru jg pake dresscode nih yeeeeee. kalau ada yg mau ikut info kemana untuk demo ??" tulis Ruben Onsu yang dikutip dari Instagram @ruben_onsu pada Kamis (5/11/26).
Ruben Onsu Singgung Masalah Pemerintahan yang Lebih PentingRuben rupanya belum selesai memberikan tanggapan. Dalam unggahan lainnya, ia justru menyoroti perhatian publik yang menurutnya seolah tersedot pada polemik boikot terhadap dirinya.
Ia menyayangkan apabila isu tersebut justru mendapatkan sorotan besar, sementara masih banyak persoalan pemerintahan yang dianggap lebih penting untuk dibicarakan.
"Maaf ya netizen, padahal masih ada masalah pemerintahan yg penting, tp ini gak mau kalah spotlight nih wkwkwkwk edannnnn , ade aje gebrakan nyeee. coba netizen info2 dong klo ada yg tahu cerita jenaka ini," tulisnya lagi.
Demo Minta Ruben Onsu Tak Lagi Tampil di TelevisiSebelumnya, demonstrasi yang membawa nama Ruben Onsu memperlihatkan sejumlah orang mengangkat spanduk berisi tuntutan agar presenter tersebut diboikot.
Salah satu tulisan yang terlihat jelas berbunyi "Boikot Ruben Onsu". Para peserta aksi juga meminta agar Ruben tidak lagi mendapatkan kesempatan tampil di berbagai media penyiaran.
Bahkan, mereka turut menyerukan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk memperhatikan aspirasi yang disampaikan melalui demonstrasi tersebut.





