Buntut Penentuan Cabang yang Tak Adil pada SEA Games 2027 di Malaysia, Muncul Wacana Boikot

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Penentuan cabang olahraga yang dipertandingkan pada SEA Games 2027 di Malaysia dinilai tidak adil karena sejumlah cabang unggulan Indonesia tidak dipertandingkan. Pendapat ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Sambo Indonesia (PP Persambi) Krisna Bayu. Apakah Indonesia perlu mengambil sikap tegas? Apakah boikot menjadi pilihan? Ataukah sudah waktunya SEAGF melakukan reformasi besar-besaran?," kata Krisna Bayu dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Beberapa cabang olahraga unggulan yang tidak dipertandingkan, tetapi menjadi peluang Indonesia adalah panjat tebing, dayung, voli pantai, bulu tangkis pada nomor beregu putra dan beregu putri. Cabang lain yang jadi tambang medali Indonesia yang juga tidak masuk dalam daftar pertandingan antara lain gulat, catur, jujitsu, kickboxing, bola tangan, dan triathlon.

Baca Juga :
Polemik Panjang Kejaksaan Agung Versus Raja Malaysia soal Status Tahanan Najib Razak
Wisnu Wardhana Ungkap Hasil Pemantauan Atlet IOAC 2026 untuk Pelatnas SEA Games 2027

Langkah ini membuat penjagaan prinsip keadilan gagal dilakukan tuan rumah Malaysia dan Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF).

Pencoretan cabang, ujar Krisna, bukan sekadar menyangkut pencoretan cabang atau pengurangan nomor pertandingan, melainkan juga berkaitan dengan keadilan bagi atlet, masa depan olahraga, dan martabat negara-negara Asia Tenggara. "SEA Games dibangun untuk persahabatan, solidaritas, persaingan sehat, dan semangat fair play. Bukan untuk menjadi panggung yang lebih menguntungkan kepentingan tuan rumah," katanya.

Krisna menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak semestinya hanya dilihat dari jumlah medali yang bisa diperoleh masing-masing negara. Menurut dia, kepentingan atlet dan masa depan olahraga di kawasan Asia Tenggara juga harus menjadi perhatian.

"Jangan hanya melihat persoalan ini dari jumlah medali. Mari bicara tentang keadilan bagi atlet dan masa depan olahraga Asia Tenggara," katanya.

Sebelumnya, NOC Indonesia menilai tidak dipertandingkannya sejumlah cabang olahraga unggulan berpotensi merugikan atlet Indonesia.

Berdasarkan keputusan SEAGF dalam rapat Executive Committee pada 30 Oktober 2026, SEA Games ke-34 akan mempertandingkan 473 nomor dari 43 cabang olahraga. Jumlah tersebut berkurang dibandingkan edisi Thailand 2025 yang menggelar sekitar 50 cabang olahraga dengan total 573 nomor pertandingan.

Baca Juga :
Tak Cukup Rekor Kelompok Umur di IOAC 2026, Harlin E. Rahardjo Punya Target Lebih Besar
Heboh Jaecoo J5 EV Patah As Roda, Pabrikan Ungkap Kronologi Kejadian
Adelia Chantika Pecahkan Rekor Nasional di IOAC 2026, SEA Games 2027 Jadi Target Berikutnya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puluhan Ribu Jamaah PERSIS Jawa Barat Putihkan Masjid Raya Al-Jabbar
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jonatan Christie Sumbangkan Bonus Asian Games 2026 untuk Korban Karhutla
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bukan karena Insecure, Ini Alasan Denada Nekat Operasi Bokong di Turki
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Korlantas Polri Pastikan Isu SIM Seumur Hidup Hoaks
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Jubir Gerindra Soroti Penyadapan Prabowo, Singgung Keterlibatan Asing hingga Oligarki
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.