HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pola kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai menjadi salah satu poin penting untuk dibedah.
Itu sebabnya, Herzaky Mahendra Putra dan sejumlah tokoh muda menggalang pemikiran, lalu dituangkan dalam buku ‘Kepemimpinan AHY dalam Beragam Sudut Pandang Tokoh Muda Indonesia’.
Buku ini menggambarkan tentang pola kerja dan kepemimpinan AHY selama ini. Mulai dari rekam jejak militer, banting setir ke dunia politik, dan kini masuk dalam ranah pemerintahan.
Semua rekam jejak itu dibedah di Fireflies, Jalan Pattimura, Kota Makassar, Sabtu malam, 7 November 2026. Herzaky hadir langsung dalam agenda ini, dan banyak memberi gambaran tentang siapa AHY sebenarnya.
”Buku ini disusun tanpa sepengetahuan Mas AHY. Jadi ini ada tulisan dari banyak tokoh muda, ada dari staf Pak Sjafri Syamsuddin, ada juga dari teman-teman yang lain. Makanya beliau menangis waktu tahu ada buku ini,” ujarnya.
Selaku staf khusus AHY di Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Daerah Tertingval, Zaki tentu tahu persis seperti apa AHY. Bahkan, Zaki sudah membersamai AHY sejak masa di bangku sekolah.
”Sejak sekolah, beliau itu memang jago mata pelajaran, sering juara. Di militer dia menjadi yang terbaik, kemudian memutuskan ke dunia politik dan pemerintahan, agar pengabdiannya lebih luas,” lanjutnya.
Dia juga menyampaikan, dia dan.AHY senantiasa terbuka untuk mwnerima saran dan kritik. Bahkan kata dia, jika ada hal yang kurang dari buku tersebut, atau bahkan ada hal yang tidak berkesesuaian antara ucapan AHY dan perilaku di lapangan, semua siap diterima dengan baik.
”Tentu tidak ada yang sempurna. Itulah kenapa saya juga keliling ke sembilan kota untuk membedah buku ini, supaya ada perbaikan yang lebih baik. Beliau sangat terbuka dengan kritik dan saran, bahkan di setiap forum iru beliau selalu mencatat masukan dari audiens,” jelasnya.
Kemudian Anggota DPRD Kota Makassar dari Partai Demokrat, Ray Suryadi Arsyad mengaku, AHY bukan sekadar inspirasi bagi generasi muda. Tetapi pemikirannya yang progresif dan visioner, menjadi poin penting untuk diteladani.
”Jadi Mas AHY ini representatif anak muda yang visioner. Beliau bukan cuma enak di mata, tetapi menjadi rasional ketika pemikirannya diperhadapkan dengan realitas yang ada,” kata dia.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achie Soleman menilai, buku ini bisa menjadi referensi yang pas bagi generasi muda. Menurutnya, buku tersebut tidak berat dibaca, namun tidak mudah juga dimengerti.
”Buku ini ada di tengah-tengah, berat juga tidak, ringan juga tidak. Jadi ini bisa menjadi referensi yang bagus untuk anak-anak muda, tentang kepemimpinan seperti apa yang ideal untuk mereka,” ucapnya. (wid)





