Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menilai orang-orang yang bekerja di industri pariwisata bisa disebut sebagai pahlawan devisa yang berkontribusi dalam menyumbang pendapatan negara.
"Saya katakan teman-teman yang bekerja di industri pariwisata adalah bagian dari pahlawan devisa. Karena kan pariwisata mendatangkan devisa, ya, itu bisa memperkuat juga cadangan devisa kita dalam negeri," kata Ni Luh usai menghadiri acara NHI Family Funwalk di Jakarta, Minggu.
Saat berkunjung ke berbagai destinasi wisata, Ni Luh melihat langsung perjuangan pelaku industri pariwisata dalam mengembangkan potensi wisata di daerahnya bersama masyarakat sekitar, salah satunya di desa wisata.
Baca juga: Hasto ziarah ke makam Bung Karno teguhkan semangat Hari Pahlawan
Oleh karena itu, ia menilai seluruh pihak yang bekerja, mengembangkan destinasi, hingga para pekerja perhotelan layak disebut sebagai pahlawan bangsa.
Menurutnya, pemaknaan pahlawan di masa kini, tidak hanya merujuk pada para pejuang yang bertempur di medan perang demi kemerdekaan.
"Tapi kita juga bisa memperluas sudut pandang kita, melihat orang-orang yang bekerja di sektor pariwisata ini juga adalah pahlawan bagi bangsa ini," ujarnya.
Baca juga: Sejarah Hari Pahlawan 10 November dan maknanya bagi bangsa
Ni Luh menambahkan, Kementerian Pariwisata menganugerahkan penghargaan bernama "Local Hero in Tourism" dalam ajang Wonderful Indonesia Awards guna menghormati dedikasi orang-orang yang berkontribusi dalam mengembangkan sektor pariwisata di daerah.
Senada dengan Ni Luh, figur publik sekaligus Ketua Umum Ikatan Alumni NHI Bandung Tantowi Yahya turut memaknai pahlawan masa kini sebagai sosok yang berbuat baik dan membawa manfaat bagi kemaslahatan orang banyak.
Baca juga: Keluarga pahlawan main angklung meriahkan Hari Pahlawan di Kota Tua
Ia menyebutkan bahwa pahlawan di era modern tidak lagi mengangkat senjata untuk bertempur secara fisik, melainkan sosok yang berjuang melawan berbagai tantangan sosial di masyarakat.
"Bertempur melawan kemiskinan, bertempur melawan kebodohan, bertempur melawan ketertinggalan. Kalau ada tokoh yang menonjol dan diakui masyarakat, dia pahlawan," kata Tantowi.
Baca juga: Meutia Hatta: Esensi Hari Pahlawan meneruskan semangat cinta Tanah Air
Baca juga: Teladan dari para pahlawan asal Minahasa
"Saya katakan teman-teman yang bekerja di industri pariwisata adalah bagian dari pahlawan devisa. Karena kan pariwisata mendatangkan devisa, ya, itu bisa memperkuat juga cadangan devisa kita dalam negeri," kata Ni Luh usai menghadiri acara NHI Family Funwalk di Jakarta, Minggu.
Saat berkunjung ke berbagai destinasi wisata, Ni Luh melihat langsung perjuangan pelaku industri pariwisata dalam mengembangkan potensi wisata di daerahnya bersama masyarakat sekitar, salah satunya di desa wisata.
Baca juga: Hasto ziarah ke makam Bung Karno teguhkan semangat Hari Pahlawan
Oleh karena itu, ia menilai seluruh pihak yang bekerja, mengembangkan destinasi, hingga para pekerja perhotelan layak disebut sebagai pahlawan bangsa.
Menurutnya, pemaknaan pahlawan di masa kini, tidak hanya merujuk pada para pejuang yang bertempur di medan perang demi kemerdekaan.
"Tapi kita juga bisa memperluas sudut pandang kita, melihat orang-orang yang bekerja di sektor pariwisata ini juga adalah pahlawan bagi bangsa ini," ujarnya.
Baca juga: Sejarah Hari Pahlawan 10 November dan maknanya bagi bangsa
Ni Luh menambahkan, Kementerian Pariwisata menganugerahkan penghargaan bernama "Local Hero in Tourism" dalam ajang Wonderful Indonesia Awards guna menghormati dedikasi orang-orang yang berkontribusi dalam mengembangkan sektor pariwisata di daerah.
Senada dengan Ni Luh, figur publik sekaligus Ketua Umum Ikatan Alumni NHI Bandung Tantowi Yahya turut memaknai pahlawan masa kini sebagai sosok yang berbuat baik dan membawa manfaat bagi kemaslahatan orang banyak.
Baca juga: Keluarga pahlawan main angklung meriahkan Hari Pahlawan di Kota Tua
Ia menyebutkan bahwa pahlawan di era modern tidak lagi mengangkat senjata untuk bertempur secara fisik, melainkan sosok yang berjuang melawan berbagai tantangan sosial di masyarakat.
"Bertempur melawan kemiskinan, bertempur melawan kebodohan, bertempur melawan ketertinggalan. Kalau ada tokoh yang menonjol dan diakui masyarakat, dia pahlawan," kata Tantowi.
Baca juga: Meutia Hatta: Esensi Hari Pahlawan meneruskan semangat cinta Tanah Air
Baca juga: Teladan dari para pahlawan asal Minahasa





