JAKARTA – Ribuan orang dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam menggelar Aksi Rakyat Bela Indonesia (ARBI) di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (8/11/2026). Sejumlah tokoh menyinggung kondisi bangsa yang dikaitkan dengan upaya pengkhianatan.
Pantauan Okezone, aksi tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan tokoh Islam diantaranya Kiai Bachtiar Nasir, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, Said Didu, Tamsil Linrung, Munarman, Ustaz Fadlan Papua, Ustaz Zaitun Rasmin, serta Presiden Syarikat Islam Ferry Juliantono.
Jimly Asshiddiqie mengatakan, bahwa saat ini rakyat Indonesia menghadapi perkembangan keadaan bangsa dan negara. Dimana, ia secara tegas menyebut ada pihak yang zalim menggunakan kekuasaannya.
“Kita harus menjadi corong suara penyeimbang. Kalau ada kelompok pengkhianat, maka harus muncul yang mengimbanginya,” kata Jimly dalam sambutannya.
Aksi tersebut menjadi momentum konsolidasi elemen umat Islam untuk menyuarakan kegelisahan terhadap kondisi bangsa sekaligus mendesak penegakan hukum secara konsisten.
Baca Juga:Pengacara Pastikan Jokowi Hadir di Sidang Ijazah Dokter Tifa: Kami Tunggu PanggilanMassa menyuarakan lima tuntutan utama yang disebut sebagai Lima Tuntutan Rakyat. Pertama, rakyat bersatu bela Indonesia. Kedua, rakyat bersatu melawan pengkhianat bangsa. Ketiga, rakyat bersatu melawan oligarki dan penguasaan asing atas aset negara. Keempat, rakyat bersatu menegakkan Pasal 33 UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Kelima, rakyat bersatu menegakkan hukum secara konsisten.
Panitia pelaksana menjelaskan, aksi ini dilatarbelakangi oleh terusiknya akal sehat masyarakat serta kondisi bangsa yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Pemilihan Masjid Agung Al Azhar sebagai lokasi aksi juga memiliki makna simbolis, mengingat tempat tersebut dipandang sebagai salah satu pusat perjuangan dan dakwah umat Islam.
Menurut panitia, umat Islam memiliki tanggung jawab kebangsaan untuk meluruskan berbagai persoalan yang dinilai menyimpang dari cita-cita bernegara. Konsolidasi ini juga dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian terhadap arah perjalanan bangsa agar tetap berpijak pada konstitusi, keadilan, dan kepentingan rakyat.
Baca Juga:Pemuda di Majalengka Diduga Cabuli 2 Istri Orang saat Tidur, Terancam 12 Tahun PenjaraPanitia juga menyinggung dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto, sejumlah pejabat negara, serta tokoh-tokoh lainnya. Isu tersebut disebut menjadi salah satu persoalan yang menambah kegelisahan dan mendorong perlunya penegakan hukum serta pengawasan yang serius.
Lebih jauh, ARBI disebut bukan merupakan aksi yang berdiri sendiri. Panitia menyatakan kegiatan di Al Azhar merupakan konsolidasi awal untuk mempersiapkan gerakan yang lebih besar dengan melibatkan elemen umat Islam dan masyarakat luas.
“Ini baru konsolidasi awal menuju Aksi Sejuta Umat Bela Indonesia di Monas pekan depan dalam rencana,” ujar panitia pelaksana dalam pernyataannya.
Sejumlah ormas Islam hadir diantaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pimpinan Pusat Syarikat Islam (PP SI), PP Muhammadiyah, PP Persatuan Islam (Persis), PERTI, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Wahdah Islamiyah, dan PP Al Irsyad.
#nasional




