Yamaha ternyata menyiapkan amunisi baru untuk melengkapi katalog motor listrik mereka di pasar global. Selain NMax E, pabrikan berlambang garpu tala ini ikut memperkenalkan model Xenter E di Milan Motorcycle Show (EICMA) 2026.
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, Yamaha Xenter E merupakan battery electric vehicle (BEV) yang sepenuhnya dikembangkan dari nol. Bersama dengan NMax E, mulai dari teknologi baterai, motor penggerak eAxle, hingga rancang bangunnya.
Makanya, generasi terbaru motor listrik Yamaha punya kemampuan lebih baik dibanding model sebelumnya. Jarak tempuhnya kini bisa mencapai ratusan kilometer sekali isi daya listrik, 108 kilometer untuk Xenter E dan 104 kilometer untuk NMax E (WMTC).
Yamaha Xenter E dibekali dengan baterai lithium-ion berkapasitas 3,5 kWh yang ditanam menyatu pada struktur. Mekanisme ini menjanjikan pusat bobot yang ideal, pengendalian lebih terukur, dan cocok untuk mobilitas harian.
Pengisian daya kemungkinan menggunakan dermaga jenis AC Charger Type 2 yang sangat serupa dengan mobil listrik, sehingga memungkinkan Yamaha Xenter E dapat diisi di rumah hingga stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU.
Guna meningkatkan kualitas berkendara, Xenter E menyajikan beragam pilihan modus berkendara (riding mode). Motor listrik penggerak tidak langsung terhubung ke roda belakang, melainkan memanfaatkan sabuk (drive belt).
Apa yang membuat Yamaha Xenter E berbeda dibanding motor listrik kebanyakan, terutama asal China? Detail desain dengan rasio dan komposisi pas yang tak terlepas dari pengalaman pabrikan meracik sepeda motor selama puluhan tahun.
Hasilnya, wujud motor listrik yang proper tidak wagu dan aneh, namun tetap dapat memancarkan kesan futuristik. Belum ada detail lebih lanjut soal Yamaha Xenter E ini, termasuk detail jadwal penjualan beserta harganya.





