Mahasiswi S2 di Lampung Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Kaprodi, Bermula saat Minta Tanda Tangan Tesis

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Lampung, tvOnenews.com — Media sosial Threads dan Instagram dihebohkan dengan pengakuan seorang mahasiswa program magister di Lampung yang mengaku alami pelecehan seksual oleh oknum Kaprodi.

Hal itu disampaikan melalui akun Instagram @sitialifahfaiz yang notabene mengaku sebagai korban. Menurutnya, kejadian itu bermula saat dia hendak minta tanda tangan berkas tesis.

Menurut penuturan korban, peristiwa ini berawal pada tanggal 5 Mei 2026 ketika dirinya SAF bersama temannya selesai seminar hasil tesis dan berniat menemui Kaprodi (RF).

Tujuannya adalah untuk meminta tanda tangan salah satu dokumen. Beberapa lama di dalam ruangan Kaprodi, teman korban pergi karena ada berkas yang salah.

Tinggallah korban dengan terduga pelaku berinisial RF. Di sana, oknum Kaprodi tersebut berulang kali melontarkan kata 'Gemas' hingga mengajak SAF untuk bimbingan di luar kampus.

Masih di momen yang sama, korban yang mengira jika RF minta izin untuk memegang tesisnya justru malah mengelus pipi hingga telinga SAF.

Bahkan ketika korban hendak beranjak pergi dari ruangan, oknum Kaprodi ini memeluk hingga mencium kening sang mahasiswi. Ia pun mengaku syok.

Diketahui bahwa terduga pelaku adalah rekan satu angkatan dari bude korban. Makanya ketika SAF bercerita tentang ini, dia menanggapinya dengan bercanda.

Bukan hanya itu, status terduga pelaku yang menjabat Kaprodi hingga penampilannya yang agamis membuat korban tak yakni jika RF akan diproses dengan adil jika melapor.

Kendati demikian, oknum Kaprodi RF itu tiap harinya kian menjadi-jadi. Ia mengirimkan pesan lewat WhatsApp kepada korban dengan modus bimbingan tesis.

Pengakuan korban dugaan pelecehan seksual oknum Kaprodi di Universitas di Lampung
Sumber :
  • Instagram @sitialifahfaiz

Belakangan, RF mulai curiga jika korban sudah bercerita ke orang lain terkait kelakukannya. Karena hal ini, sang Kaprodi menghapus sejumlah pesan mesra yang pernah dikirimnya.

Trauma juga dialami korban yang merasa Ketakutan jika bertemu terduga pelaku. Bahkan, ia terpikir untuk pindah kampus meski sidang tesis tinggal selangkah lagi.

Berdasarkan bukti yang dilampirkan, korban bukan hanya satu. Rekan SAF yang sebelumnya dijadikan tempat curhat mengaku mengalami tindakan serupa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
27 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara Saudi di Yaman
• 12 jam lalucelebesmedia.id
thumb
136 Truk Belum Dibayar, Menteri Ara Sempat Tunda Pelepasan 2,4 Juta Genteng di Majelengka
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Polri Ajukan Perlindungan 6 Saksi Kasus Dugaan Penyadapan Presiden ke LPSK
• 41 menit laluokezone.com
thumb
Bantah Rumor SIM Seumur Hidup, Polri Ingatkan Masyarakat Soal Aturan Perpanjangan 5 Tahunan
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Info Orang Hilang: Kakek Bernama Suparno Dilaporkan Hilang di Yogyakarta, Keluarga Minta Bantuan Warganet
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.