Kementerian Sosial (Kemensos) terus berkoordinasi untuk menyiapkan dukungan pasca-kedaruratan bagi para korban terdampak bencana di wilayah Sumatra. Fokus utama saat ini adalah memastikan pemulihan ekonomi serta bantuan sosial bagi warga yang telah kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menjelaskan bahwa pemerintah akan memberikan santunan tunai kepada para korban terdampak. Bagi ahli waris korban yang meninggal dunia, pemerintah menyalurkan santunan sebesar Rp15 juta. Sementara itu, bagi warga yang mengalami luka berat, akan diberikan bantuan sebesar Rp5 juta.
Kemensos juga telah menyiapkan paket bantuan khusus bagi keluarga yang telah memasuki Hunian Sementara (Huntara) maupun Hunian Tetap (Huntap). Berdasarkan hasil koordinasi dengan Sekretaris Kabinet dan Menteri Keuangan, setiap keluarga akan menerima bantuan sebesar Rp3 juta.
"Bantuan Rp3 juta ini diperuntukkan bagi keluarga untuk membeli isian rumah, baik itu alat-alat dapur maupun perlengkapan rumah tangga lainnya," ujar Gus Ipul.
Baca juga: TNI AD Berangkatkan Kapal Keenam Angkut Jembatan Bailey ke Sumatra
Selain itu, guna menunjang kebutuhan sehari-hari selama masa transisi, Kemensos memberikan bantuan Jaminan Hidup (Jadup). Bantuan ini dialokasikan sebesar Rp15.000 per orang per hari, atau setara dengan Rp450.000 per bulan, yang akan diberikan selama tiga bulan pertama di hunian baru.
Tidak hanya bantuan bersifat konsumtif, pemerintah juga fokus pada pemulihan kemandirian ekonomi warga. Setelah dilakukan asesmen bersama pemerintah daerah, setiap keluarga terdampak akan menerima bantuan pemberdayaan sebesar Rp5 juta.
"Kemudian juga setelah itu nanti akan dilakukan asesmen peserta pemerintah daerah akan diberikan bantuan sebesar Rp5 juta per keluarga dalam rangka pemberdayaan dan pemulihan ekonomi," jelasnya.
Dana ini diharapkan dapat menjadi modal usaha atau dukungan aktivitas ekonomi lainnya agar para penyintas bencana di Sumatra dapat kembali produktif dan bangkit dari keterpurukan ekonomi pascabencana.



