DB Minimal, NDC, dan DC: Tiga Jalan Menuju Jaminan Pensiun ASN Bermartabat

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Setiap bangsa besar selalu berdiri di atas pilihan-pilihan besar. Dalam urusan Pensiun Aparatur Sipil Negara, kita sesungguhnya sedang berada di persimpangan yang sama: tiga jalan terbentang, masing-masing dengan logika dan konsekuensinya.

Tiga jalan membentang itu adalah:

Ketiganya bukan sekadar istilah teknis. Ketiganya adalah cara berpikir tentang hubungan negara, aparatur, dan masa depan.

Dan pada akhirnya, yang kita cari bukan sekadar skema pembayaran, melainkan satu tujuan luhur yang sama: pensiun yang bermartabat.

Jalan Pertama: DB, Warisan Perlindungan dari Negara

DB adalah sistem pensiun yang paling akrab bagi kita. Dalam DB:

DB lahir dari semangat negara kesejahteraan:

“Engkau mengabdi seumur hidup, negara menjamin masa tuamu.”

Ini adalah janji besar yang penuh kehormatan. Selama puluhan tahun, DB menjadi simbol kuat kehadiran negara. Ia menciptakan rasa aman. Ia membangun loyalitas. Ia menanamkan keyakinan bahwa pengabdian tidak pernah dikhianati oleh negara.

Namun DB faktanya juga menyimpan kenyataan berat:

DB adalah sistem pensiun yang luhur dalam niat, tetapi semakin berat dalam keberlanjutan.

Jalan Kedua: NDC, Keseimbangan Baru antara Negara dan Aparatur

NDC hadir sebagai jembatan antara perlindungan negara dan keadilan kontribusi.

Dalam sistem pensiun NDC:

Negara tetap hadir sebagai:

Namun aparatur pun mulai memikul peran aktif:

NDC adalah perwujudan dari prinsip lama yang diperbarui: negara melindungi, aparatur berkontribusi, generasi saling menguatkan.

Jalan Ketiga: DC, Kemandirian Penuh di Tangan Individu

DC adalah sistem pensiun yang paling liberal:

DC memberi kebebasan sangat besar:

Namun kebebasan tentu saja selalu datang bersama risiko:

Di satu sisi DC memberi potensi hasil manfaat yang tinggi.

Di sisi lain DC bisa meninggalkan mereka yang tak siap menghadapi gejolak.

DC cocok bagi masyarakat dengan literasi finansial tinggi dan jaring pengaman sosial yang kuat. Tanpa itu, DC bisa berubah drastis dari jaminan menjadi perjudian.

Tiga Sistem, Tiga Filosofi Negara

Jika kita lihat lebih dalam, ketiganya merepresentasikan filosofi yang sangat berbeda:

Tak satu pun sepenuhnya salah. Tak satu pun sepenuhnya sempurna. Semuanya lahir dari konteks ekonomi, sosial, dan demografi yang berbeda-beda.

Lalu, Indonesia Seharusnya ke Mana?

Indonesia hari ini adalah negeri dengan:

Dalam kondisi negara seperti ini, pertanyaan kita bukanlah:

Mana sistem yang paling populer di dunia?

Melainkan lebih bernas menjadi:

Mana sistem yang paling sesuai dengan watak bangsa dan tahapan pembangunan nasional kita?

DB murni semakin berat bagi fiskal.

DC murni terlalu berisiko secara sosial.

Di antara keduanya, NDC menawarkan jalan tengah yang rasional.

Pensiun Bermartabat Bukan Soal Angka Semata

Pensiun bermartabat jelaslah bukan hanya tentang:

Sebaliknya, pensiun bermartabat adalah tentang:

Martabat lahir dari keseimbangan, bukan dari ekstrem mana pun.

Warisan yang Dijaga, Masa Depan yang Disiapkan

DB mengajarkan kita tentang kehormatan perlindungan negara.

NDC mengajarkan kita tentang keadilan dan keberlanjutan.

DC mengajarkan kita tentang tanggung jawab individu.

Bangsa yang bijak sama sekali bukan bangsa yang menolak masa lalu.

Ia adalah bangsa yang merawat warisan, sambil menyiapkan masa depan dengan akal sehat.

Tiga Jalan, Satu Tujuan Mulia

Di hadapan kita terbentang tiga jalan:

Apapun jalannya, bisa kita pilih, tentu saja dengan konsekuensi masing-masing.

Termasuk ketika kita memilih kombinasi transisi diantara tiga jalan secara berimbang dan terukur.

Apa pun jalan yang dipilih, satu tujuan tidak boleh berubah:

masa tua aparatur yang dijanjikan negara harus bermartabat, bukan sekadar bertahan hidup.

Dan bangsa yang besar adalah bangsa yang berani merancang martabat itu dengan tenang, jauh sebelum krisis memaksanya. Sekaranglah saatnya bertransformasi!

----- AK20260101-----

JaminanPensiun (#8): Semuanya berupa gagasan, pemikiran, dan harapan masa depan. Untuk menggugah kesadaran literasi terhadap hal-hal yang menjadi kepentingan publik. Gunakan artikel ini secara bijak dan seperlunya. Komunikasi: [email protected].


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lewat BHC Harbour Fest, ASDP Ingin Tunjukkan Pelabuhan Bisa Jadi Ruang Budaya
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Tanpa Kembang Api, Ada 8 Panggung Hiburan Meriahkan Malam Tahun Baru
• 17 jam laluidntimes.com
thumb
Eks Irjen Kementerian ESDM Akhmad Syakhroza Jadi Tersangka Proyek PJUTS
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Catat! Sudirman-Thamrin Tutup Jam 18.00 Malam Ini Untuk Car Free Night
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
UII Soroti Isu HAM dan Tata Kelola dalam Refleksi Akhir Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran
• 15 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.