Belakangan ini, seorang perempuan di Hubei, Tiongkok, menaruh ponselnya di samping tempat tidur untuk diisi daya semalaman saat tidur. Tak disangka, charger tiba-tiba meledak, mengakibatkan 70% tubuhnya mengalami luka bakar, serta meninggalkan bekas luka parah dan luas, termasuk di wajah.
EtIndonesia. Menurut laporan gabungan media daratan Tiongkok, perempuan bernama Yiyi seperti biasa menaruh ponselnya di dekat bantal untuk diisi daya hingga pagi. Namun di tengah malam, charger tiba-tiba meledak dan terbakar.
Api dengan cepat menjalar ke seprai dan selimut. Dalam keadaan tertidur, ia tidak sempat menghindar, sehingga mengalami luka bakar di 70% tubuh, sebagian besar merupakan luka bakar derajat dua dalam atau lebih parah.
Pada 26 Desember, Yiyi mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa kebiasaan ini umum dilakukan banyak orang—menaruh ponsel di samping bantal lalu mengisi daya hingga pagi. Ia mengakui bahwa kebiasaan tersebut sangat buruk dan sangat berbahaya, dan melalui pengalamannya sendiri ia mengingatkan semua orang agar tidak mengisi daya ponsel di samping tempat tidur saat tidur, serta segera menghentikan kebiasaan buruk ini.
湖北一名女子睡前手機放床邊充電爆炸,造成全身70%燒傷。 pic.twitter.com/ERsp9h7c5C
— 甜甜 (@tiantian108) December 31, 2025Yiyi sebelumnya adalah seorang gadis cantik yang gemar menari. Kini, wajah, lengan, dan paha mengalami luka bakar parah. Ke depan, ia harus menjalani proses perawatan dan pemulihan yang panjang dan menyakitkan, termasuk berkali-kali operasi cangkok kulit. Bekas luka tersebut akan menyertainya seumur hidup.
Sejak 19 Desember, Yiyi membagikan video proses pengobatannya di media sosial. Saat ini, sebagian besar kulitnya telah berkeropeng, namun ia masih harus rutin kembali ke rumah sakit untuk membersihkan luka. Ia mengatakan bahwa jaringan parut mulai menebal, prosesnya terasa sangat gatal dan nyeri, sehingga setiap malam sulit tidur. Ia berharap semua orang yang melihat videonya selalu aman dan sehat.
Kejadian ini juga memicu keprihatinan warganet, dengan komentar seperti:
“Menakutkan sekali.”
“Benar-benar mengerikan.”
“Saya harus berubah, saya juga selalu mengisi daya sampai pagi.”
“Sudah sepuluh tahun begini, sekarang jadi tidak berani lagi.”
“Semoga cepat pulih!”
“Tetap semangat, setelah badai pasti ada pelangi.”
“Harus kuat, semuanya akan membaik.”
Ada pula komentar yang menyoroti penyebab teknis:
“Chargernya bermasalah atau kabel sudah menua.”
“Bukankah inti masalahnya kualitas?”
“Merek ponselnya apa? Merek chargernya apa?”
Sebagian netizen menegaskan: “Tanpa pandang bulu—entah charger asli atau bukan, merek besar atau tidak, baterai asli, hasil servis, atau baterai abal-abal—semuanya tidak disarankan diisi daya di dekat manusia.”
Ada juga peringatan keras:
“Jangan pernah menganggap pengisian daya semalaman sebagai hal sepele! Charger yang lolos standar memang punya perlindungan overcharge, tetapi dicolok terus-menerus akan mempercepat penuaan. Aksesori berkualitas rendah atau cacat baterai lebih mudah memicu korsleting dan thermal runaway. Selimut dan tirai di dekat tempat tidur mudah terbakar—sekali api menyala, tidak ada waktu untuk bereaksi. Risikonya ada tepat di sekitar kita.”





