Beijing (ANTARA) - Industri-industri padat paten di China melaporkan nilai tambah sebesar 18,04 triliun yuan (1 yuan = Rp2.400) pada 2024, yang menyumbang 13,38 persen dari produk domestik bruto (PDB) atau naik 0,34 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan sektor, manufaktur peralatan baru mencatat pangsa terbesar dengan nilai tambah sebesar 5,14 triliun yuan, yang menyumbangkan 28,5 persen terhadap total nilai tambah industri padat paten, menurut Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) China dan Administrasi Hak Kekayaan Intelektual Nasional China (China National Intellectual Property Administration/CNIPA) pada Rabu (31/12).
Sektor tersebut disusul oleh layanan teknologi informasi dan komunikasi dengan 4,37 triliun yuan, atau 24,2 persen dari total, serta manufaktur teknologi informasi dan komunikasi sebesar 3,59 triliun yuan, atau 19,9 persen.
Nilai tambah industri-industri padat paten China mencapai 16,87 triliun yuan pada 2023, menyumbang sebesar 13,04 persen dari PDB, meningkat 0,44 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data CNIPA yang dirilis pada Januari.
Berdasarkan sektor, manufaktur peralatan baru mencatat pangsa terbesar dengan nilai tambah sebesar 5,14 triliun yuan, yang menyumbangkan 28,5 persen terhadap total nilai tambah industri padat paten, menurut Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) China dan Administrasi Hak Kekayaan Intelektual Nasional China (China National Intellectual Property Administration/CNIPA) pada Rabu (31/12).
Sektor tersebut disusul oleh layanan teknologi informasi dan komunikasi dengan 4,37 triliun yuan, atau 24,2 persen dari total, serta manufaktur teknologi informasi dan komunikasi sebesar 3,59 triliun yuan, atau 19,9 persen.
Nilai tambah industri-industri padat paten China mencapai 16,87 triliun yuan pada 2023, menyumbang sebesar 13,04 persen dari PDB, meningkat 0,44 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data CNIPA yang dirilis pada Januari.



