REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di vestibul Kantor Pos Cikini, Jakarta Pusat, antrean mengalir perlahan namun teratur. Tak ada kegaduhan berlebih, hanya wajah-wajah penuh harap sederhana: bantuan tunai yang datang tepat di akhir tahun, saat kebutuhan rumah tangga semakin mendesak.
Sore itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf datang langsung untuk memastikan proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) berjalan rapi dan manusiawi.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Liburan Akhir Tahun, Ziarah Nyaman di Pemakaman Muslim Al Azhar Memorial Garden
- Polres Tangerang Tetapkan Dua Tersangka Insiden Ledakan di PT Nucleus
- Kapolri Turun Langsung ke HI, Cek Pengamanan Tahun Baru hingga Sapa Masyarakat
Ia berdialog dengan petugas, berbincang dengan keluarga penerima manfaat (KPM), serta menekankan bahwa data akurat adalah fondasi utama keadilan bantuan sosial. “Hari ini adalah hari terakhir penyaluran BLTS Kesra oleh PT Pos Indonesia. Kami ingin memastikan semuanya tuntas, tidak ada yang tertinggal, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Saifullah Yusuf.
Secara nasional, BLTS Kesra menjangkau sekitar 33 hingga 35 juta KPM, dengan anggaran yang meningkat dari Rp74 triliun menjadi lebih dari Rp110 triliun.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Sekitar 18 juta KPM disalurkan melalui PT Pos Indonesia, sementara sisanya melalui Himbara. Di Jakarta saja, Pos Indonesia menangani sekitar 71 ribu KPM dari total 500 ribu di DKI.
Mensos menegaskan, pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto terus membenahi data sosial melalui pemutakhiran berkelanjutan bersama BPS dan pemerintah daerah.
Verifikasi dilakukan berlapis, mulai dari RT/RW, kelurahan, dinas sosial, hingga BPS, dengan pembaruan setiap tiga bulan.
Pemerintah juga membuka partisipasi masyarakat melalui aplikasi Cek Bansos, call center 021-171 yang beroperasi 24 jam, serta kanal aduan lainnya yang akan diperluas, termasuk WhatsApp khusus.
Plt Direktur Utama Pos Indonesia Haris menyatakan, pihaknya bekerja hingga pukul 00.00 di hari terakhir, dengan loket tambahan dan jam layanan diperpanjang.
Penyaluran tidak hanya di kantor pos, tapi juga di komunitas, desa, kelurahan, sekolah, bahkan door to door untuk lansia, warga sakit, dan penyandang disabilitas.
Di wilayah bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, penyaluran sudah mencapai 80–89 persen meski infrastruktur terganggu, dilakukan secara manual oleh petugas lapangan.
Saifullah Yusuf juga berdialog langsung dengan KPM di Cikini, memastikan profil penerima sesuai kriteria keluarga rentan yang baru masuk daftar.
Beberapa KPM seperti Hambali Hanafi (72), Kusnaeni, Samayen, Sarmili, Wildjan Shabirah, dan Suharsih menyampaikan rasa syukur atas bantuan Rp900.000 yang membantu kebutuhan sehari-hari, pengobatan, hingga biaya listrik.
Mereka mengapresiasi pelayanan ramah dan berharap program seperti ini terus berlanjut serta semakin tepat sasaran.
Kunjungan Mensos di hari terakhir bukan sekadar seremoni, melainkan penguatan komitmen bahwa negara hadir hingga detail paling manusiawi, memastikan setiap rupiah bantuan jatuh ke tangan yang benar-benar berhak.




