Menteri Hanif Bantah Bali Sepi, Tunjukkan Data Lonjakan Wisatawan 2025

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Wisatawan mancanegara beraktivitas di Pantai Kuta, Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja pariwisata Bali sepanjang 2025 menunjukkan dua tren yang kontras. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) melonjak signifikan, sementara kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) atau lokal mengalami penurunan, meskipun secara total Bali tetap mencatat angka kunjungan yang besar dan stabil.

Baca: Wisata Berkelanjutan: Peluang Emas Green Economy & Kesejahteraan Lokal



Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan, berdasarkan laporan Pemerintah Provinsi Bali, jumlah wisatawan mancanegara pada 2025 mencapai sekitar 7,5 juta orang, meningkat tajam dibandingkan 2024 yang tercatat 6,3 juta orang.

Lonjakan ini, kata ia, menegaskan pariwisata Bali telah pulih dan melampaui capaian sebelum pandemi Covid-19. Namun di sisi lain, jumlah wisatawan nusantara pada 2025 tercatat 9,28 juta orang, lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai 10,12 juta orang.

"Secara keseluruhan, total kunjungan wisatawan ke Bali pada 2025 mencapai 16,3 juta orang, turun tipis sekitar 100 ribu dibandingkan 2024. Tapi ini tidak berarti Bali sepi," ujar Hanif usai bertemu jajaran Pemprov Bali, dikutip dari akun Instagram resminya, Jumat (2/1/2026).

Hanif menegaskan, data tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa Bali mengalami penurunan drastis minat wisata.

"Sebagai destinasi wisata dunia, Bali tetap menjadi magnet bagi masyarakat global. Data ini membuktikan bahwa Bali ramai dikunjungi, bukan sepi," katanya.

Selain itu, sektor wisata kapal pesiar (cruise) juga menunjukkan kinerja positif. Jumlah wisatawan mancanegara melalui Pelabuhan Benoa pada 2025 tercatat di atas 71.000 orang, meningkat dibandingkan 2024 yang sekitar 53.000 orang.

Di balik pemulihan sektor wisman, pemerintah menilai penurunan wisnus perlu mendapat perhatian serius pada 2026. Beberapa faktor yang akan dievaluasi antara lain kemungkinan berkurangnya jumlah penerbangan ke Bali, harga tiket pesawat yang mahal, isu lingkungan seperti banjir, hingga perubahan pola perjalanan wisatawan domestik dari jalur udara ke darat.

"Evaluasi ini menjadi penting agar pertumbuhan pariwisata Bali tetap berimbang, sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi daerah," katanya.



(miq/miq)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Ragunan Catat Puncak Kunjungan 1 Januari, 113.398 Wisatawan

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Bandang Terjang Pasar Maninjau Agam, 40 Rumah Terdampak
• 22 jam lalumerahputih.com
thumb
Mengulik Jejak Kopi Era VOC di Banten yang Kini Gerakkan Ekonomi Petani Lokal
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
BEI Galang Dana Pemulihan untuk Sumatra
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Apakah Bansos PKH Cair di 2026? Ini Indikatornya
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Menteri Hanif Bantah Bali Sepi, Tunjukkan Data Lonjakan Wisatawan 2025
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.